Harga minyak naik, laba Shell meroket

KANALSATU – Pemulihan harga minyak mengangkat laba Royal Dutch Shell hingga tiga kali lipat.

Raksasa energi Inggris-Belanda itu dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa laba bersihnya melonjak menjadi 13 miliar dolar Amerika (sekitar Rp174,5 triliun) pada tahun lalu, dibandingkan 4,6 miliar dolar Amerika (sekitar Rp61,7 triliun) pada 2016, dengan laba di kuartal keempat meroket 147 persen menjadi 3,8 miliar dolar Amerika (sekitar Rp51 triliun).

Shell mengatakan performanya secara khusus didorong oleh kenaikan harga minyak, yang cenderung meningkatkan pendapatan dan laba untuk sektor energi.

Harga minyak global melonjak sekitar 15 persen dan mengakhiri tahun tersebut dengan catatan harga sekitar 60 dolar Amerika (sekitar Rp805.429) per barel, didorong oleh upaya kartel minyak OPEC untuk membatasi produksi kolektif mereka.

”Laba setahun penuh terutama diuntungkan dari kenaikan harga minyak, gas dan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG), kinerja penyulingan yang baik dan produksi yang lebih tinggi dari ladang baru, yang mengimbangi dampak penurunan di lapangan dan divestasi,” sebut pernyataan perusahaan itu.
(AFP/ANT/KS_5)

Komentar