Jangan Habis untuk Lebaran! Ini 4 Tips Investasi Emas dari THR agar Keuangan Lebih Aman

KANALSATU – Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi momen yang dinanti para pekerja menjelang Idulfitri. Namun agar tidak habis untuk konsumsi semata, sebagian dana THR sebaiknya mulai dialokasikan untuk investasi, salah satunya melalui emas yang dikenal relatif stabil dan tahan inflasi.

Berdasarkan laporan World Gold Council, sekitar 67% masyarakat Indonesia memiliki investasi emas dalam berbagai bentuk. Hal ini menunjukkan emas masih menjadi salah satu instrumen investasi favorit karena mudah dipahami dan cenderung memiliki nilai yang stabil dalam jangka panjang.

Head of Investment and Insurance DANA, Ivan Kusuma, mengatakan momentum THR bisa menjadi waktu yang tepat untuk mulai membangun kebiasaan berinvestasi, bahkan dari nominal kecil.

“Momentum THR adalah saat yang tepat untuk memulai kebiasaan investasi. Salah satunya melalui fitur DANA eMAS yang aksesnya mudah dan aman, sehingga cocok bagi investor pemula,” ujar Ivan dalam keterangannya.

Agar THR tidak habis tanpa perencanaan, berikut empat tips menginvestasikan THR dalam bentuk emas.

1. Tentukan tujuan investasi sejak awal
Langkah pertama adalah mengelola THR secara bijak dengan membaginya ke dalam beberapa pos keuangan. Misalnya 40% untuk kebutuhan hari raya, 30% untuk tabungan atau dana darurat, 20% untuk investasi, dan 10% untuk sedekah atau kegiatan sosial.

Dari alokasi investasi tersebut, penting untuk menetapkan tujuan yang jelas, seperti dana pendidikan, tabungan jangka panjang, atau perlindungan keuangan di masa depan. Dengan tujuan yang terarah, investasi emas bisa lebih konsisten dan tidak mudah dicairkan untuk kebutuhan konsumtif.

2. Mulai investasi dari nominal kecil
Banyak orang mengira investasi emas harus dimulai dengan modal besar. Padahal, saat ini investasi emas bisa dilakukan secara bertahap dengan nominal kecil.

Melalui fitur eMAS di aplikasi DANA, pengguna bahkan dapat membeli emas digital mulai dari sekitar 0,0001 gram atau sekitar Rp200-an, tergantung harga emas saat transaksi. Cara ini dinilai membantu masyarakat membangun kebiasaan investasi tanpa mengganggu kebutuhan utama.

3. Pahami pergerakan harga emas
Meskipun dikenal sebagai instrumen investasi yang relatif aman, harga emas tetap mengalami fluktuasi. Karena itu, investor perlu memahami karakteristik emas serta memantau pergerakan harga secara berkala.

Secara historis, harga emas cenderung menunjukkan tren positif dalam jangka panjang, terutama di atas lima tahun. Dengan memantau tren harga, investor dapat menentukan waktu yang tepat untuk membeli atau menjual emas.

Melalui fitur eMAS di DANA, pengguna juga dapat melihat grafik tren harga emas dari berbagai periode, mulai satu minggu hingga satu tahun terakhir.

4. Pilih platform investasi yang aman
Kemudahan teknologi membuat investasi emas kini bisa dilakukan secara digital. Namun masyarakat tetap perlu memastikan transaksi dilakukan melalui platform yang aman dan terpercaya.

Fitur eMAS di DANA memungkinkan pengguna membeli emas digital, memantau saldo, hingga melihat riwayat transaksi secara transparan tanpa biaya penyimpanan. Transaksi emas di platform ini juga berada di bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

Selain itu, emas digital yang dimiliki pengguna juga dapat dicetak menjadi emas fisik jika diperlukan.

Dengan perencanaan yang tepat, dana THR tidak hanya habis untuk kebutuhan Lebaran, tetapi juga dapat menjadi langkah awal membangun kesehatan finansial jangka panjang melalui investasi emas. (KS-5)

Komentar