MDKA–EMAS Gandeng ANTAM, Serap 3 Ton Emas per Tahun dari Tambang Tujuh Bukit dan Pani

KANALSATU – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) bersama PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) resmi memperkuat sinergi industri emas nasional dengan menandatangani perjanjian Gold Sales & Purchase Agreement (GSPA) dengan PT Aneka Tambang Tbk.

Kerja sama ini memungkinkan ANTAM menyerap produksi emas domestik dari Grup Merdeka hingga 3 metrik ton atau hampir 100.000 ounce emas per tahun selama dua tahun. Bahkan, terdapat opsi peningkatan volume hingga 3 metrik ton tambahan setiap tahunnya.

Dalam skema perjanjian tersebut, anak usaha MDKA yaitu PT Bumi Suksesindo (BSI) dan anak usaha EMAS yaitu PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) bertindak sebagai penjual. Sementara ANTAM berperan sebagai pembeli emas granula hasil pemurnian domestik.

Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memastikan produksi emas dari Grup Merdeka terserap optimal di dalam negeri sekaligus memperkuat integrasi rantai pasok sektor pertambangan nasional.

Menurutnya, meningkatnya basis produksi dari Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi dan Tambang Emas Pani di Gorontalo membutuhkan struktur penyerapan produksi yang stabil dan terukur.

“Perjanjian ini memberikan kepastian offtake terhadap produksi emas kami sekaligus memperkuat kontribusi Grup Merdeka terhadap industri emas domestik,” ujar Albert.

Sementara itu, Direktur Komersial PT Aneka Tambang Tbk, Handi Sutanto, menegaskan bahwa kolaborasi ini mencerminkan penguatan kedaulatan emas nasional. Melalui kerja sama tersebut, hasil tambang dari bumi Indonesia dapat diolah menjadi emas murni yang siap dimiliki masyarakat.

Produksi emas yang masuk dalam kerja sama ini berasal dari dua tambang utama Grup Merdeka. Pertama adalah Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur yang dikelola PT Bumi Suksesindo dan telah beroperasi sejak 2017. Kedua adalah Tambang Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo yang menjadi proyek tambang terbaru Grup Merdeka.

Tambang Pani mulai melakukan first mining pada awal Oktober 2025. Melalui proses heap leach, tambang ini berhasil melakukan first gold pour atau penuangan emas perdana pada 14 Februari 2026. Selanjutnya, pada 27 Februari 2026, sebanyak 44,04 kilogram batangan dore telah dikirim ke ANTAM untuk proses pemurnian perdana.

Grup Merdeka menargetkan penjualan pertama emas murni kepada ANTAM berdasarkan GSPA dapat terlaksana sebelum akhir Maret 2026.

Selain memperkuat produksi, perusahaan juga menegaskan komitmennya terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab. Dalam beberapa tahun terakhir, peringkat Environmental, Social, and Governance (ESG) Grup Merdeka terus meningkat sebagai refleksi komitmen terhadap tata kelola yang baik dan keberlanjutan operasional.

Dengan basis produksi yang semakin solid dari Tambang Emas Tujuh Bukit dan Tambang Emas Pani serta dukungan kemitraan strategis dengan ANTAM, Grup Merdeka optimistis dapat terus meningkatkan kontribusi bagi industri emas nasional melalui kinerja yang produktif dan inovatif.
(KS-5)

Komentar