Pertumbuhan Ekonomi Jatim tahun 2022 Lampaui Nasional

KANALSATU - Perekonomian Jawa Timur selama tahun 2022 tumbuh sebesar 5,34 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,31 persen (yoy).
Sementara untuk triwulan IV/2022, perekonomian Jatim tumbuh positif 4,76 persen. Sedangkan secara nasional, pada periode yang sama, tumbuh 5,31 persen.
Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan mengatakan, meningkatnya pertumbuhan produksi barang dan jasa tahun 2022 menunjukan kuatnya trend pemulihan ekonomi Jawa Timur di tengah hantaman berbagai isu global dan kenaikan harga BBM.
"Berbagai stimulus perekomian pemerintah terbukti mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," ujar Dadang.
Lebih lanjut ia menuturkan, perekonomian Jatim tahun 2022 ditopang oleh Industri pengolahan dengan share 30,60 persen dan pertumbuhan sebesar 6,28 persen (c to c/kumulatif). Kemudian Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor dengan share 18,67 persen dan pertumbuhan sebesar 6,87 persen (c to c).
Selanjutnya sektor Pertanian, kehutanan dan perikanan dengan share 11,11 persen dan pertumbuhan sebesar 1,79 persen (c to c).
Jika dilihat dari sisi Pengeluaran, komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) dan komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) memiliki peran terbesar, masing-masing 59,53 persen dan 27,15 persen. PKRT tumbuh positif secara kumulatif sebesar 6,03 persen, demikian juga PMTB tumbuh positif 5,41 persen.
Sementara itu, komponen Impor menunjukan pertumbuhan tertinggi, dengan tumbuh sebesar 15,47 persen.
Pertumbuhan secara kumulatif tertinggi komoditas Impor Non Migas LN tahun 2022 yaitu Pupuk, sebesar 49,32 persen; Ampas / Sisa Industri Makanan, sebesar 22,84 persen; Plastik dan Barang dari Plastik, sebesar 15,57 persen.
Secara nasional (c to c), pertumbuhan Ekonomi Jatim berada di peringkat kedua setelah Jabar sebesar 5,45 persen. Dan di peringkat ketiga yaitu Jawa Tengah 5,31 persen. Kemudian disusul DKI Jakarta 5,25 persen; DI Yogyakarta 5,15 persen dan Banten 5,03 persen. (KS-5)