Latih Keterampilan Leadership di Era Digital, Rotary International District 3420 Gelar RYLA 2023

Suasana pelatihan kepemimpinan RYLA 2023 yang diselenggarakan Rotary International District 3420.

 

KANALSATU – Kemampuan untuk menguasai teknologi sangat dibutuhkan di era digital seperti sekarang ini. Namun yang tidak kalah penting adalah menguasai soft skill, termasuk dalam hal leadership atau kepemimpinan.

Di dunia kerja, seseorang yang memiliki leadership skill akan banyak dicari. Karena itu kemampuan bekerja sama dalam tim dan keterampilan kepemimpinan sudah seharusnya dilatih sejak dini.

Untuk mengakomodir kebutuhan tersebut, Rotary International District 3420 kembali menyelenggarakan kegiatan RYLA (Rotary Youth Leadership Awards) di tahun 2023 dengan mengambil tema Digital Leadership di Surabaya, 19-21 Mei 2023.

District Governor 3420 Lina Soeratman mengatakan, RYLA diselenggarakan setiap tahun dengan tujuan agar para remaja dapat mengembangkan keterampilan leadership yang menyenangkan sambil bernetworking.

”Selain itu juga para peserta dilatih untuk menjadi pemimpin yang menghargai keragaman, mampu menciptakan perubahan berkelanjutan, strategi conflict resolution dan menjadi warga global yang berorientasi service atau pengabdian,” kata Lina.

RYLA 2023 diikuti 35 peserta dari beberapa kota di antaranya Surabaya, Solo, Semarang, Jogjakarta dan Bali. Para peserta selama tiga hari diberikan pelatihan dan pengetahuan tentang bagaimana praktek kepemimpinan di era digital yang memiliki pendekatan yang khas, karena digitalisasi telah banyak merambah dunia kerja dan tidak lagi memungkinkan pemimpin untuk bertindak secara konvensional.

Selain pelatihan kepemimpinan juga dihadirkan beberapa narasumber yang berkompeten di bidangnya di antaranya Mufid Wahyudi yang berbicara mengenai Digital Leadership; Prof. Dr. Henry Subiakto memberikan materi mengenai Undang-Undang ITE Dalam Ruang Digital dan Heru Purwanto tentang Visual Storytelling.

Berikutnya Okky Tri Hutomo tentang Menghadapi Era Revolusi Industri Digital serta PDG. Febri H. Dipokusumo yang mengajak peserta Refleksi Diri.

Pada hari kedua mereka mereka mendapatkan tugas untuk membuat film pendek yang mengangkat permasalahan sosial di masyarakat beserta solusi menurut versi mereka. Dalam tugas ini penilaian diitikberatkan tentang leadership, bagaimana metode mereka dalam bekerjasama, pembagian tugas dan wewenang, problem solving serta manajeman waktu dan uang.

Ketua Panitia RYLA 2023 Benediktus Yudha L menyampaikan, pintar dan cerdas saja belum cukup mampu untuk berhasil sukses.

”Kemampuan dan keberanian untuk tampil menjadi leader juga dibutuhkan menuju kesuksesan. Pasalnya, di dunia kerja yang persaingannya semakin ketat, oleh karenanya leadership menjadi skill yang banyak dicari,” ujarnya.

Kegiatan RYLA 2023-Digital Leadership ditutup dengan mengunjungi UPTD Pondok Sosial Kalijudan Surabaya yang didalamnya terdapat 58 anak disabilitas. Peserta dan anak-anak disabilitas bergembira bersama dengan bernyanyi, berjoget dan juga dimeriahkan dengan hadirnya badut yang juga menampilkan pertunjukan sulap.

Di ujung kegiatan dipilih Tim Terbaik, Peserta Favorit dan The Best Male dan The Best Female. (KS-5)

Komentar