Angkat Empat Tema, Perlima Kembali Terbitkan Buku Kumpulan Esai

 

KANALSATU – Komunitas Perempuan Penulis Padma (Perlima) kembali menerbitkan buku kumpulan esai. Kali ini 15 penulis ikut terlibat dalam penulisan buku berjudul “Surat Cinta di Lemari Tua”.

Humas Perlima Fifin Maidarina mengatakan, proses penulisan dan pengumpulan tulisan sebenarnya sudah dilakukan sejak Oktober tahun lalu. ”Memperingati Bulan Bahasa, pada Oktober tahun lalu anggota Perlima berkomitmen menulis jurnal selama satu bulan penuh. Tulisan tersebut kemudian diunggah di media sosial masing-masing dan medsos Perlima,” tutur Fifin ketika ditemui saat peluncuran buku di Institut Français Indonesia (IFI), Surabaya, Sabtu (28/10/2023).

Ada 15 tulisan dengan empat tema besar yang diangkat di buku ini yaitu tentang ayah, wayang, kearifan lokal, dan traveling.

Ada empat tulisan Fifin yang dimuat dalam buku Surat Cinta di Lemari Tua ini. Salah satu tulisan yang memiliki arti mendalam baginya adalah tulisan tentang ayah. Dalam cerita tersebut Fifin menuliskan perihal perbedaan pendapat dalam keluarganya ketika akan memakamkan sang ayah yang kebetulan berbeda agama dengan dirinya.

”Jangankan yang beda agama, yang satu agama pun juga ada perbedaan terkait ini. Dan di masyarakat kita sendiri juga belum terbiasa untuk menyiapkan wasiat termasuk dengan cara apa seseorang ingin dimakamkan ketika Ia meninggal,” tutur Fifin lagi.

Ada pula penulis yang mengisahkan tentang kecintaan sang ayah terhadap ludruk. Bahkan ayahnya kerap mengajak warga kampungnya untuk menonton pertunjukkan ludruk di desa-desa tetangga dan mengangkut mereka dengan kendaraan pick up miliknya.  

Ketua Perlima Tjahjani Retno Wilis menyampaikan, menyempatkan menulis setiap hari memang tidak mudah. Butuh konsistensi dan niat di Tengah berbagai kesibukan sehari-hari.

“Selamat kepada semua penulis yang hari ini secara resmi melahirkan kembali anak rohani dari kerja berbulan-bulan yang penuh dinamika,” ucap Wilis.

Direktur IFI Surabaya Sandra Vivier menyambut baik peluncuran buku kumpulan esai ke-3 Perlima.

“Merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk mendukung penulis perempuan Indonesia. Perlima membuka peluang bagi setiap perempuan untuk menulis, menyebarluaskan karya mereka, dan menjadi writerpreneur,” ungkapnya.

Misi Perlima, lanjut Sandra, sama dengan IFI. Yakni, mendengarkan para pencipta serta menghargai segala bentuk inovasi serta keragaman ekspresi.

Peluncuran Surat Cinta di Lemari Tua yang didukung penuh Smartfren tersebut berlangsung meriah. “Oktober adalah Bulan Bahasa dan Sastra. Dan tepat hari ini, kita juga memperingati Sumpah Pemuda. Harapan kami, dengan semangat dan jiwa muda, kita dapat terus merawat literasi budaya sebagai warisan luhur bangsa. 100 persen untuk Indonesia,” papar Head of Comdev & PR Smartfren Dani Akhyar.

Pementasan Ludruk Luntas yang dipandhegani Erland Setiawan alias Robets Bayoned mengakhiri kegiatan siang tersebut. Guyonan dan interaksi Ludruk Luntas dengan tamu-tamu undangan yang hadir sukses menyemarakkan suasana. (KS-5)

Komentar