SGN Salurkan CSR Dukung Pemerintah Turunkan Angka Pravelensi Stunting


KANALSATU - PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) anak perusahaan PTPN III (Persero) Holding Perkebunan mendukung program pemerintah dalam menurunkan angka prevalensi stunting.

Kali ini melalui Pabrik Gula Djatiroto Lumajang yang menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk Gerakan Cukup 2 Telur untuk Turunkan Stunting (C2TTS).

Manajer Keuangan PG Djatiroto Apit Eko Prihantono mengatakan SGN PG Djatiroto menyalurkan dana CSR sebesar Rp35 juta

"Kami dan beberapa perusahaan yang tergabung dalam forum CSR Kabupaten Lumajang bersinergi dengan Pemkab untuk mendukung program C2TTS, yakni pemberian asupan gizi kepada balita underweight dengan pemberian 2 butir telur setiap hari selama 60 hari," terang Apit, Kamis (11/1/2023).

Plt Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Lumajang dr. Rosyidah menjelaskan pravelensi stunting di Lumajang ada di angka 23,8 persen. Angka tersebut masih diatas rata-rata Provinsi Jawa Timur sebesar 19,2 persen dan angka nasional 21,6 persen.

"Penanganan stunting membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Sehingga kami sampaikan ucapan terimakasih atas partisipasi SGN PG Djatiroto,ikut andil dalam mensejahterakan masyarakat," terang dr. Rosyidah.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yakni terhambatnya perkembangan fisik, otak dan organ lainnya terutama pada seribu hari pertama kehidupan. Kondisi tersebut menjadi salah satu bagian dari Double Burden Malnutrition (DBM) memiliki dampak negatif baik sisi kesehatan maupun produktivitas ekonomi.

Kasubdiv Komunikasi dan TJSL SGN SGN Brilliant Johan Anugerah menambahkan, program CSR SGN menyasar beberapa pilar, termasuk pilar sosial diantaranya kesehatan.

"Menjadi komitmen SGN dalam melaksanakan operasional perusahaan yang berkelanjutan sesuai dengan prinsip SEG. Melalui mendukung program C2TTS sebagai upaya bersama Kita perangi stunting untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045," terang Brilliant. (KS-5)


Komentar