Lokadrama RCLH, Ungkap Alasan Lek Har Gigih Jaga Kerahasiaan Resep Rujak Cingur

Produser RCLH Bayu Skak (pegang mic) bersama cast RCLH, Cak Silo sebagai pemeran Lek Har (Kiri) saat meet and greet di Ballroom Hotel Deka Surabaya Barat, Jawa Timur, Minggu (21/1/2024).
KANALSATU – Perseteruan Lek Har (diperankan Cak Silo) dan Cak Nano (Cak Ukil) yang selama ini disaksikan di Lokadrama Lara Ati kembali berlanjut. Minggu, (21/1/2024) Skak Studios meluncurkan Lokadrama Rujak Cingur Lek Har (RCLH) yang merupakan spinoff dari Lokadrama Lara Ati.
Serial ini berkisah tentang Lek Har yang mati-matian menjaga keotentikan rasa rujak cingur warisan keluarga. Lek Har sangat hati-hati dengan resep rujak cingur rahasia keluarganya. Termasuk memberi tahu pada keluarganya sendiri.
Hal ini sangat beralasan karena menurut Lek Har, rasa rujak cingur yang beredar sekarang tidak lagi otentik. Bahkan sudah terdistorsi atau dalam istilah gastronomi (ilmu kuliner) sudah menjadi fusion food atau makanan yang berbeda.
Karena itulah Lek Har bersikeras dan tidak sembarang memberi tahu pada orang lain. Bukan Lek Har tidak ingin membagi ilmu, namun dia menunggu orang yang tepat dan dapat bertanggung jawab atas resep turun temurun dari nenek moyangnya tersebut.
Hal itu menjadi amanah dari leluhur yang harus diembannya.
Cak Nano yang selama ini berambisi besar mengincar resep tersebut tak habis akal untuk mendapatkannya. Bahkan dengan cara-cara yang tak masuk akal sekalipun.
Belakangan Cak Nano seperti mendapat senjata pamungkas berupa modal dari investor untuk mendapatkan resep rahasia itu.
Caranya dengan "mengakuisisi" Warung Rujak Cingur Lek Har untuk bergabung dengan usaha kuliner milik pengusaha gurita Bos Eddy (Lurus Mardan) dan Ochel (Muhammad Andhika) tangan kanan Bos Eddy. Bagi Bos Eddy, nama besar Warung Rujak Cingur Lek Har adalah koentji!.
Dengan menguasainya, berarti Bos Eddy telah legitimated untuk memakai brand Warung Rujak Cingur Lek Har di seluruh Surabaya, bahkan seantero Indonesia. Jadi, sebenarnya Bos
Eddy bukan ingin menguasai bumbu rujak cingur yang kesohor itu, tapi diam-diam ingin menguasai merek dagang dan image rujak cingur Lek Har yang sudah terkenal itu.
Dan Cak Nano, tanpa disadarinya telah diperalat oleh Bos Eddy dan Ochel untuk meraup cuan sebanyak-banyaknya dari branding tersebut.
Padahal, belakangan diketahui kalau Cak Nano sebenarnya bisa mendapatkan resep rahasia keluarga itu secara baik-baik, karena ternyata Cak Nano merupakan keponakan dari Lek Har dan dia juga berhak atas resep otentik itu sebagai, pewaris resep rujak cingur tersebut.
Akan tetapi, Lek Har berpikir untuk mewariskan resep itu ke Mamat Ndingkluk (Noki Dwi), pelayan setianya. Namun, menurunkan legacy tersebut tidaklah mudah.
Meskipun Lek Har secara tidak langsung mengajari Mamat dalam membuat bumbu tersebut setiap hari, Mamat sepertinya bukan orang yang tertarik dan antusias dengan keahlian membuat rujak cingur.
Produser RCLH Bayu Skak menuturkan, Lokadrama Lara Ati telah berhasil menunjukkan bahwa tayangan dengan unsur kedaerahan juga bisa bersinar. "Semuanya bisa berpeluang. Kenapa tidak kita bikin Yang mengangkat kisah sehari-hari, berbahasa Jawa," tutur Bayu di Ballroom Hotel Deka Surabaya Barat, Jawa Timur.
Pada Lokadrama Lara Ati 2 yang merupakan lokadrama berbahasa daerah pertama di Indonesia adalah film terakhir sebelum Rujak Cingur Lek Har.
Lara Ati 2 telah berhasil mencetak penonton terbanyak sepanjang sejarah vidio.com dengan jumlah lebih dari 10 juta kali ditonton pada OTT tersebut. Bayu Skak bersama Skak Studios mendapatkan penghargaan khusus atas karya Lara Ati 2 oleh Vidio.com.
Jika Di dua Lokadrama sebelumnya, Bayu Skak Masih menjadi sutradara, kali ini berbeda. Skak Studio memilih Bangkit Nara Dan Halohdoo menjadi sutradara. RCLH bisa dibilang merupakan debut keduanya sebagai sutradara. (KS-5)