GPPE Optimistis Mendongkrak Perekonomian Nasional Melalui Industri Percetakan dan Pengamasan

KANALSATU - Sektor industri percetakan dan pengamasan berupaya mendongkrak perekonomian nasional melalui agenda Global Printing & Packaging Expo (GPPE) pada 12 - 14 Desember 2024 mendatang.
Sofianto Widjaja, General Manager PT Pelita Promo Internusa, penyelenggara pameran GPPE, mengatakan akan menggelar di Surabaya selama 3 hari, yaitu pada 12 – 14 Desember 2024, di Grand City Convex Surabaya.
Kegiatan akhir tahun ini menurut dia, akan menjadi ajang bagi para pelaku usaha Industri percetakan dan pengemasan lokal.
Tujuannya adalah untuk bertemu kembali dengan produsen/distributor percetakan dan pengemasan secara langsung.
Langkah tersebut dilakukan menyusul sukse sebelumnya, yaitu saat GPPE hadir di Jakarta dan Semarang, dengan lebih dari 100 peserta, dan 14.160 pengunjung yang potensial.
"Karena itu, GPPE juga akan hadir di Surabaya untuk tahun 2024 ini," ujarnya usai acara Talk ShowGPPE untuk industri percetakan dan pengemasan, di Resto Nine Jl. Mayjen Sungkono Surabaya, Rabu (28/2/2024).
Kehadiran pameran GPPE 2024 di Surabaya ini, lanjut Sofianto, diyakini akan menjadi puncak inovasi untuk mendukung industri percetakan dan pengemasan di Jawa Timur, sehingga dapat membangkitkan, memberikan tren terkini, menumbuhkan semangat lebih baru lagi bagi para pelaku usaha percetakan dan pengemasan nasional, khususnya Jawa Timur.
Selain menghadirkan berbagai produk dari brand ternama di Indonesia, GPPE Surabaya 2024 hadir juga dengan berbagai rangkaian acara menarik lainnya seperti technical presentation yang menarik.
Saat terselenggaranya pameran manti, juga diakui akan didukung secara langsung oleh Asosiasi Teknik Grafika dan Media Indonesia (ATGMI), asosiasi lainnya dan juga dengan para peserta
pameran yang sudah lama berkecimpung di Industri percetakan dan pengemasan.
“Kami sangat senang menghadirkan pameran GPPE 2024 di Surabaya untuk terus kembali memberikan perubahan yang lebih besar untuk industri percetakan dan pengemasan
indonesia untuk lebih luas dengan menghadirkan dan mengundang seluruh kepentingan industri untuk bergabung dengan kami dalam perjalanan transformatif ini.” Jelas Sofianto.
Herman Pratomo, Pengurus Asosiasi Teknik Grafika dan Media Indonesia (ATGMI), membenarkan hal tersebut.
Bahkan menurut dia, meski belum terdata, potensi pasar industri percetakan dan pengamasan sangat luar biasa.
"Percetakan koran memang lagi menurun tergerus industri media digital. Namun di sisi lain, industri pengemasan kian marak, terlebih UKM pun yang memproduksi barang lokal atau ekspor, juga kian berkembang'l katanya.
Untuk di Jawa Timur misalnya, percetakan sangat besar, karena banyaknya pabrik besar maupun kecil. Ini akn bisa berkembang jika berheser ke pasar pengemasan.
"Kalau pabrikan adalah pengguna mesin, tapi pameran mesin tidak ada, oleh karena akan gelar pameran di sini," katanya.
Clay Wala, yang juga tokoh di ATGMI, mengatakan terselenggaranya pameran nanti diharapkan hub-nya industri kemasan, di mana banyak industri, khususnya ukm yang memproduksi barang ekspor.
"Pertemuan ini diharapakan bisa menjalin beberapa pihak, agar ilmu dibidang ini bisa berkembang, dan pada gilirannya mampu meningkat ekonomi sektor ini," jelasnya.
Sofianto menambahkan, dengan bekembangnya industri sektor ini, akan banyak konsumen yang siap membeli dan meramaikan pameran ini, yang tentu bertujuan meningkatkan industri percetakan, dan pengemasan di Indonesia.
Peluang pasar yang kondusif ini juga menarik investasi jangka panjang dan mendorong pertumbuhan bisnis bagi pendatang baru di industri ini yang mencari peluang pasokan dan penjualan baru.
"Pengunjung perdagangan akan merasakan platform perdagangan yang bermanfaat, berinteraksi dengan peserta pameran secara langsung selama 3 hari pameran," tuturnya. (ard)