Mudik Lebaran 2026: Konsumsi BBM dan LPG Naik, Avtur Justru Turun

KANALSATU – Kebutuhan energi selama Ramadan hingga Idul Fitri 2026 diperkirakan meningkat seiring lonjakan mobilitas masyarakat. Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) memproyeksikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline serta LPG mengalami kenaikan selama masa mudik Lebaran.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan peningkatan kebutuhan energi terutama dipicu meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat pada periode mudik dan arus balik.
“Proyeksi konsumsi BBM jenis gasoline selama periode Satgas Ramadan dan Idul Fitri diperkirakan naik sekitar 11,9 persen dibandingkan rata-rata normal harian sebesar 18.430 kiloliter per hari,” kata Ahad, Rabu (11/3).
Sebaliknya, konsumsi gasoil atau solar diperkirakan turun sekitar 9,8 persen dari rata-rata normal 8.805 KL per hari. Penurunan ini diperkirakan terjadi karena berkurangnya aktivitas sektor industri selama masa libur panjang Lebaran.
Selain BBM, konsumsi energi rumah tangga juga diproyeksikan meningkat. Pertamina memperkirakan kebutuhan minyak tanah (mitan) naik sekitar 7,3 persen dari rata-rata normal 375 KL per hari. Sementara konsumsi LPG diprediksi meningkat sekitar 3,5 persen dari konsumsi normal 6.567 metrik ton per hari.
Lonjakan kebutuhan energi tersebut diperkirakan terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dan liburan selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Pertamina juga memproyeksikan puncak mobilitas masyarakat terjadi dalam empat fase, yaitu dua puncak arus mudik pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026, serta dua puncak arus balik pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026.
Di sektor penerbangan, Pertamina memastikan pasokan avtur tetap tersedia untuk mendukung operasional di 15 bandara di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.
"Namun, konsumsi avtur pada periode Lebaran tahun ini diprediksi turun sekitar 6,1 persen dari rata-rata normal 3.316 KL per hari," tutur Ahad. Penurunan tersebut dipengaruhi tidak adanya penerbangan komersial saat Hari Raya Nyepi di Bandara Ngurah Rai, serta adanya pembatalan sejumlah penerbangan rute Timur Tengah.
Untuk memastikan distribusi energi tetap lancar, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus membentuk Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idul Fitri yang bertugas mulai 9 Maret hingga 1 April 2026.
Satgas tersebut mengoptimalkan infrastruktur distribusi yang mencakup 1.482 SPBU, 900 Pertashop, serta 1.296 agen LPG di wilayah Jatimbalinus. Selain itu, disiapkan pula layanan tambahan seperti SPBU siaga 24 jam, agen LPG siaga, motorist pengantar BBM, hingga mobil tangki cadangan di jalur padat perjalanan.
Kesiapan tersebut juga mendapat perhatian dalam kunjungan kerja spesifik Komisi XII DPR RI di Surabaya. Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur, Meitri Citra Wardani, mengapresiasi langkah antisipasi yang dilakukan oleh Pertamina dan PLN dalam menghadapi potensi lonjakan kebutuhan energi selama periode Lebaran.
Menurutnya, strategi tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan energi sehingga masyarakat dapat beraktivitas dan melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.
(KS-5)