Merdeka Gold Bidik Bursa Saham Hong Kong, Ekspansi Global Usai Produksi Perdana Emas Pani

KANALSATU - PT Merdeka Gold Resources Tbk (kode saham: EMAS) mengumumkan telah menyampaikan permohonan pencatatan saham (listing) ke The Stock Exchange of Hong Kong Limited pada 20 Maret 2026.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi ekspansi global perseroan untuk memperluas basis investor internasional, meningkatkan likuiditas saham, serta membuka akses pendanaan yang lebih fleksibel guna mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.

Dalam proses tersebut, perusahaan menunjuk UBS Securities Hong Kong Limited dan CITIC Securities (Hong Kong) Limited sebagai joint sponsors.

Manajemen menilai pencatatan di Hong Kong akan memperkuat profil internasional perseroan, sekaligus mendorong penerapan standar tata kelola dan pelaporan yang sejalan dengan regulasi global. Selain itu, langkah ini diharapkan dapat memperluas dan mendiversifikasi basis pemegang saham melalui masuknya investor institusi global.

Dari sisi operasional, Merdeka Gold saat ini tengah mengembangkan dan mengoperasikan tambang emas Pani di Gorontalo. Proyek tersebut telah mencapai tonggak penting dengan realisasi first gold pour pada Februari 2026 dan penjualan emas perdana pada Maret 2026 kepada PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM).

Penjualan tersebut merupakan bagian dari perjanjian jual beli emas domestik selama dua tahun, sekaligus menandai dimulainya produksi komersial perseroan.

Presiden Direktur Merdeka Gold, Boyke Poerbaya Abidin, mengatakan pengajuan listing di Hong Kong menjadi langkah penting setelah IPO di Bursa Efek Indonesia pada September 2025. “Langkah ini menandai fase baru pertumbuhan kami, seiring dimulainya produksi di Pani dan upaya memperluas akses ke pasar modal internasional,” ujarnya.

Ke depan, tambang emas Pani diproyeksikan menjadi salah satu dari dua tambang emas primer dengan produksi terbesar di Asia pada 2030.

Sebagai bagian dari proses, dokumen application proof yang masih bersifat draf telah dipublikasikan di situs Bursa Efek Hong Kong untuk tujuan informasi. Dokumen tersebut memuat gambaran bisnis, kinerja keuangan, hingga risiko usaha, namun belum final dan masih dalam tahap penelaahan regulator.

Perseroan menegaskan bahwa dokumen tersebut bukan merupakan penawaran untuk menjual atau membeli efek, serta tidak dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan investasi.

Manajemen juga mengingatkan bahwa rencana pencatatan di Hong Kong masih bergantung pada persetujuan regulator dan kondisi pasar, sehingga belum ada kepastian realisasi. Investor diminta tetap berhati-hati dalam melakukan transaksi saham EMAS.
(KS-5)

Komentar