Walikota Cup 2026 Lahirkan Juara Baru Golf Junior Jawa Timur

Brillian Elang dan Farah Anabel Sabet Gelar Juara

(Kiri-kanan) Ketua PGI Surabaya, Syamanta Novan; Brillian Elang, Farah Anabel dan Ketua Pelaksana Walikota Surabaya Cup 2026, Henry Darmawan sesuai pelaksanaan Junior Golf Walikota Surabaya Cup 2026 di Bukit Darmo Golf (BDG) Surabaya.

KANALSATU - Persatuan Golf Indonesia (PGI) Surabaya sukses menyelenggarakan Turnamen Junior Golf Walikota Surabaya Cup 2026 pada 16–17 Mei 2026 di Bukit Darmo Golf (BDG) Surabaya. Mengusung tema “From Hero to Champion”, ajang bergengsi ini menjadi bagian dari program unggulan PGI Surabaya bertajuk “Suroboyo Wani” Series #2 yang resmi diluncurkan pada Mei 2026.

Kompetisi tersebut diikuti oleh sekitar 50 pegolf cilik dan remaja berusia 12 hingga 23 tahun dari berbagai daerah. Pada seri kedua ini, persaingan ketat selama dua hari berturut-turut akhirnya melahirkan juara-juara baru di kategori utama.

Ketua Pelaksana Walikota Surabaya Cup 2026, Henry Darmawan menyampaikan, turnamen ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga sarana penting untuk meningkatkan pengalaman dan mental bertanding para atlet muda.

“Penyelenggaraan ajang ini merupakan bagian dari persiapan jangka panjang menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027, di mana PGI Surabaya menargetkan mampu mempertahankan gelar juara umum pada cabang olahraga golf,” kata Henry.

Ketua PGI Surabaya, Syamanta Novan, menambahkan bahwa rangkaian “Suroboyo Wani” Series dirancang dalam empat seri sepanjang tahun 2026 guna melakukan seleksi ketat. Saat ini terdapat sekitar 30 hingga 40 atlet junior aktif yang terus dipantau perkembangannya untuk disaring menjadi tim terbaik menuju Porprov mendatang.

“Kompetisi ini terbuka bagi peserta dari berbagai daerah agar atmosfer persaingan semakin kompetitif. Dari rangkaian turnamen ini kami juga melakukan seleksi atlet terbaik untuk memperkuat Surabaya menuju Porprov 2027,” jelasnya.

PGI Surabaya berharap atmosfer kompetisi yang sehat dan prestasi para juara ini dapat memacu semangat seluruh atlet muda di Jawa Timur untuk terus meningkatkan konsistensi mereka di dunia golf nasional.

Pegolf junior Brillian Elang berhasil keluar sebagai Champion Boys setelah mencatatkan total gross impresif 145 melalui skor 75 di round pertama dan 70 di round kedua, disusul oleh Farah Anabel Xafiera yang merebut gelar Champion Girls dengan total gross 150 dengan hasil skor 77 pada round pertama dan 73 di round kedua. Kemenangan kedua junior ini diwarnai oleh adu mental, adaptasi cuaca yang ekstrem, hingga perjuangan emosional yang luar biasa di atas lapangan.

Brillian Elang tampil sangat dominan sejak hari pertama dengan mencetak skor 75 di round pertama (R1) dan menyempurnakannya dengan performa 70 di round kedua (R2). Elang (sapaan akrabnya) mengungkapkan bahwa faktor cuaca mendung dan angin yang ramah pada hari kedua sangat membantunya bermain di bawah par (under) setelah sempat didera panas terik pada sembilan hole awal.

Menariknya, Elang menyebut pencapaian di lapangan BDG ini sebagai rekor personal terbaik sepanjang kariernya untuk format turnamen dua hari.

Meskipun meraih hasil memuaskan, Elang mengaku tantangan terbesar di Bukit Darmo Golf justru terletak pada pengelolaan fokus agar tidak meremehkan medan pertandingan. "Di Bukit Darmo, kesulitannya lebih di mental sih. Karena kalau bagiku, lihat Bukit Darmo ini sebagai lapangan yang agak mudah, dalam golongan mudah. Jadi kadang kita itu agak meremehkan," ujar Elang.

Ia sempat menghadapi kendala di Hole 16 Par 3 yang landai (sloppy) hingga terkena bogey dua hari berturut-turut, namun modal keunggulan 4 hingga 5 pukulan dari rival terdekatnya, Kelvin, di hari pertama sukses mengamankan posisinya hingga akhir laga.

Sementara itu di kategori putri, Farah Anabel Xafiera yang akrab disapa Abel, harus melalui perjuangan yang menguras emosi sebelum menyabet gelar Champion Girls dengan skor 77 di ronde pertama dan 73 di ronde kedua.

Abel sempat kesulitan mengontrol emosi di hari pertama akibat cuaca panas menyengat, serta terganggu fokusnya di hari kedua karena adanya pemain dari hole sebelah yang masuk ke area bermainnya. Tekanan tersebut sempat membuat pegolf asli Surabaya ini merasa putus asa dan mengira peluang juaranya sudah tertutup.

"Senang sih, soalnya bisa bangkit dari hopeless tadi. Soalnya bener-bener udah nggak berharap, ah ini udah kalah. Tapi habis itu ternyata bisa bangkit lagi," ungkap Abel dengan penuh rasa syukur. (KS-5)


Komentar