Jelang Marathon, Peserta Diminta Matang Berlatih dan Waspada Cuaca Panas

KANALSATU – Persiapan matang dan adaptasi terhadap cuaca panas menjadi perhatian utama dalam gelaran Surabaya ISOPLUS Marathon 2026. Ajang lari tahunan ini tidak hanya menekankan kompetisi, tetapi juga kesiapan fisik peserta menghadapi kondisi iklim tropis Surabaya yang dikenal panas dan lembap.

Melalui tema “Unlock Your Greatness”, penyelenggara menghadirkan program latihan terstruktur “21 Weeks Training” untuk kategori Half Marathon dan Marathon. Program ini dirancang untuk membantu pelari, terutama pemula, agar lebih siap menghadapi race day, baik dari sisi fisik maupun daya tahan tubuh di tengah cuaca ekstrem.

Pelatih lari profesional dalam ISOPLUS Run Series 2026, Andy Sugiyanto, menegaskan pentingnya konsistensi latihan sebagai fondasi utama performa. Ia menyarankan pelari berlatih minimal tiga kali dalam seminggu, disertai latihan kekuatan (strength training) dan waktu pemulihan yang cukup.

“Kunci performa terbaik adalah latihan teratur, recovery cukup, dan disiplin menjaga pola istirahat,” ujarnya.

Selain latihan, faktor cuaca juga menjadi tantangan tersendiri. Sports Nutritionist, Angela Dalimarta, mengingatkan bahwa hidrasi menjadi faktor krusial bagi pelari yang akan bertanding di Surabaya. Suhu panas dan tingkat kelembapan tinggi berpotensi mempercepat kehilangan cairan tubuh saat berlari.

Menurutnya, pelari perlu memastikan asupan cairan dan elektrolit terpenuhi secara seimbang sebelum, selama, dan setelah latihan maupun lomba guna mencegah dehidrasi dan penurunan performa.

Sementara itu, perwakilan WINGS Food, Joshua Gunawan, menyebut tren meningkatnya pelari pemula atau virgin marathoners menjadi sinyal positif tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat.

Ia menilai olahraga lari kini tidak lagi sekadar aktivitas fisik, melainkan telah menjadi bagian dari investasi kesehatan jangka panjang. Hal ini sejalan dengan tujuan penyelenggaraan Surabaya ISOPLUS Marathon yang ingin mendorong masyarakat lebih aktif bergerak.

Dengan proyeksi ribuan peserta yang akan ambil bagian, ajang ini diharapkan tidak hanya berjalan sukses, tetapi juga mampu meningkatkan kesiapan pelari dalam menghadapi tantangan cuaca panas, sekaligus memperkuat budaya hidup sehat di tengah masyarakat Indonesia.
(KS-5)


Komentar