KBIH Bryan Makkah dan Ketua Kloter SUB 50 Surabaya Kawal Ketat Lansia Jelang di Armuzna

Sumbito Ketua Kloter 50 Surabaya
Setidaknya, untuk memastikan seluruh jemaah selamat dan nyaman menjalani fase paling krusial dalam ibadah haji, petugas kloter bergerak total melakukan pengawalan ekstra, terutama bagi jemaah lansia, disabilitas, dan kategori risiko tinggi (risti).
Keberangkatan menuju Arafah yang dijadwalkan pada Senin, 25 Mei 2026, menjadi perhatian serius seluruh petugas. Koordinasi dilakukan tanpa henti mulai dari ketua kloter, tenaga kesehatan, ketua rombongan, hingga ketua regu demi meminimalisasi kendala di tengah jutaan jemaah yang akan memadati Armuzna.
Menurut Ketua Kloter SUB 50, Sumbito, seluruh persiapan kini memasuki tahap akhir dan dilakukan secara maksimal. Bahkan tidak boleh ada jemaah yang tertinggal ataupun mengalami kesulitan saat menjalani puncak haji.
“Persiapan Armuzna kami lakukan total. Mulai pemetaan kondisi kesehatan jemaah, pembagian tenda, kesiapan konsumsi, hingga penguatan fisik jemaah terus kami pantau setiap hari,” tegas Sumbito di Syisyah, Makkah, Kamis (21/5/2026).
Perhatian khusus diberikan kepada jemaah lanjut usia dan pengguna kursi roda. Petugas menyiapkan pola pendampingan khusus lengkap dengan prioritas layanan transportasi dan mobilitas agar jamaah tetap aman di tengah cuaca panas ekstrem Arab Saudi.
Tak hanya itu, petugas juga terus menggencarkan edukasi kesehatan. Jemaah diminta menjaga kondisi tubuh, memperbanyak minum air putih, mengurangi aktivitas berat, dan menjaga waktu istirahat agar tetap prima saat menjalani wukuf di Arafah.
“Kami ingin seluruh jemaah bisa menjalani Armuzna dengan lancar, sehat, dan khusyuk. Semoga semuanya pulang ke tanah air membawa predikat haji mabrur,” imbuhnya.
Kloter SUB 50 Surabaya kini menjadi salah satu kloter yang mendapat perhatian karena kesigapannya memperkuat pelayanan humanis bagi jemaah berkebutuhan khusus. Semangat gotong royong dan pelayanan tanpa lelah menjadi kunci menghadapi puncak ibadah haji 2026 yang semakin dekat. (ega)