SPMB Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Jalur Prestasi SMP Kini Pakai TKA

KANALSATU – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 siap digelar. Tahun ini, jalur prestasi untuk jenjang SMP Negeri mengalami perubahan karena menggunakan kombinasi nilai rapor dan Tes Kompetensi Akademik (TKA).

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Febrina Kusumawati, mengatakan skema SPMB tahun ini pada dasarnya masih sama seperti tahun sebelumnya. Namun, ada penyesuaian pada sistem penilaian jalur prestasi akademik.

“Yang berubah hanya jalur prestasi karena tahun ini kami memasukkan Tes Kompetensi Akademik. Selebihnya masih sama seperti tahun lalu,” kata Febrina dalam konferensi pers, Selasa (19/5/2026).

Pada SPMB SMPN 2026, kuota jalur prestasi ditetapkan sebesar 35 persen. Jalur tersebut dibagi menjadi tiga kategori, yakni prestasi akademik sebesar 20 persen, perlombaan dan pertandingan 12 persen, serta penghafal kitab suci sebanyak 3 persen.

Berbeda dari tahun sebelumnya yang hanya mengandalkan nilai rapor, kini penilaian jalur prestasi akademik menggunakan kombinasi nilai rapor dengan bobot 60 persen dan hasil TKA sebesar 40 persen. “Hasil TKA dijadwalkan keluar pada 26 Mei 2026,” ujar Febrina.

Selain itu, Dispendik Surabaya juga mendahulukan proses verifikasi jalur perlombaan dan penghafal kitab suci sebelum membuka jalur akademik. Kebijakan ini dilakukan agar siswa yang belum lolos melalui jalur lomba masih memiliki kesempatan mengikuti seleksi jalur akademik.

Pemkot Surabaya juga memastikan seluruh anak usia sekolah tetap mendapatkan akses pendidikan. Berdasarkan data Dispendik, jumlah lulusan SD negeri dan swasta tahun ini mencapai sekitar 41 ribu siswa, sedangkan total daya tampung SMP negeri dan swasta mencapai 42 ribu kursi.

“Artinya tidak ada anak yang putus sekolah atau tidak mendapatkan sekolah karena daya tampung mencukupi,” terang Febrina.

Untuk memperluas akses pendidikan, Pemkot Surabaya mengoptimalkan jalur afirmasi dengan kuota 15 persen untuk SD dan 20 persen untuk SMP. Jalur tersebut terintegrasi dengan data desil kemiskinan milik Dinas Sosial, termasuk kategori inklusi dan penyandang disabilitas.

Pada jalur domisili, kuota yang disiapkan mencapai 80 persen untuk SD dan 40 persen untuk SMP. Sistem dua ring tetap diterapkan untuk menjaga pemerataan penerimaan siswa.

Jalur domisili satu diperuntukkan bagi calon siswa yang rumahnya paling dekat dengan sekolah tujuan. Sedangkan jalur domisili dua diperuntukkan bagi siswa yang tinggal lebih jauh namun masih berada dalam satu wilayah kelurahan atau kecamatan.

“Kalau belum berhasil di domisili satu, masih bisa menggunakan domisili dua dengan proporsi kuota 20 persen,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi antrean masyarakat dan gangguan teknis aplikasi pendaftaran, Dispendik juga membuka posko layanan informasi di seluruh sekolah mulai Rabu (20/5/2026).

“Masyarakat tidak perlu datang ke dinas. Semua sekolah sudah memiliki posko dan petugas yang siap membantu proses pendaftaran,” kata Febrina.

Pelaksanaan SPMB dilakukan secara bertahap antara jenjang SD dan SMP agar memudahkan orang tua yang memiliki lebih dari satu anak usia sekolah.

Untuk jenjang SDN, uji coba pendaftaran seluruh jalur berlangsung pada 22-28 Mei 2026. Sedangkan jalur afirmasi dan mutasi dibuka pada 2-4 Juni 2026.

Sementara untuk jenjang SMPN, validasi data afirmasi berlangsung hingga pertengahan Juni 2026. Jalur afirmasi dibuka pada 22-24 Juni 2026, sedangkan jalur prestasi akademik dijadwalkan berlangsung pada 1-3 Juli 2026. Jalur domisili SMPN dibuka pada 5-6 Juli 2026.

Informasi lengkap terkait jadwal dan mekanisme SPMB Surabaya 2026/2027 dapat diakses melalui spmb.surabaya.go.id. (KS-9)

Komentar