UK Petra Rayakan 65 Tahun dengan Turnamen Golf hingga Business Fair di Surabaya

Targetkan Ribuan Alumni Pulang Kampus

Rektor UK Petra Prof. Dr. (H.C.) Rolly Intan (berdiri) saat pers conference “Onward to 65”, Jumat (29/5/2026).

KANALSATU — Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya menyiapkan perayaan Dies Natalis ke-65 dengan konsep berbeda dan lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Tak hanya seremoni kampus, perayaan bertajuk “Onward to 65” itu bakal diramaikan turnamen golf, business and education fair, hingga reuni akbar Petranesia (sebutan alumni UK Petra) lintas generasi dari berbagai negara.

Rangkaian kegiatan disiapkan sejak Mei hingga September 2026 dengan melibatkan ribuan alumni UK Petra atau PetraNation yang kini tersebar di lima benua.

Rektor UK Petra Prof. Dr. (H.C.) Rolly Intan mengatakan perayaan 65 tahun UK Petra menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara kampus, mahasiswa, dan alumni.

“65 tahun bukan waktu yang singkat. Petra berkembang dari kampus yang awalnya memakai lahan sewa hingga sekarang memiliki sekitar 16 hektare lahan kampus, bahkan sedang menyiapkan future campus di kawasan Royal Residence,” ujar Rolly, kepada media di Surabaya, Jumat (29/5/2026).

Ia menegaskan seluruh rangkaian kegiatan tahun ini mendapat dukungan penuh dari alumni sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap perkembangan almamater.

Salah satu agenda yang paling menyita perhatian ialah Petra Business and Education Fair yang akan digelar pada 17-21 September 2026 di Galaxy Mall Surabaya. UK Petra bahkan menargetkan “menguasai” area Galaxy Mall 1, 2, dan 3 dengan total area pameran mencapai sekitar 6.000 meter persegi.

Selama lima hari, pengunjung akan disuguhi berbagai pameran pendidikan, showcase karya mahasiswa, penampilan UKM, business matching, hingga tenant bisnis milik alumni Petra.

Ketua Umum “Onward to 65 Petra Christian University”, Teddy Salim, mengatakan sekitar 150 tenant bisnis alumni akan terlibat dalam pameran tersebut, mulai sektor kesehatan, konstruksi, industri hingga lifestyle.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Petra bukan hanya kampus pemberi ijazah. Alumni Petra juga mampu membangun ekosistem bisnis dan memberi dampak ekonomi,” kata Teddy.

Selain tenant alumni, acara juga melibatkan sekitar 37 program studi UK Petra dan lebih dari 15 sekolah mitra tingkat SMA. Panitia menargetkan sedikitnya 8.000 pengunjung hadir selama pameran berlangsung.

Tak hanya business fair, UK Petra juga menyiapkan berbagai agenda olahraga dan networking alumni melalui Petra Golf Community yang baru dibentuk tahun ini.

Ketua I Onward to 65 Petra Christian University, Christian Boby Widjaja, mengatakan komunitas golf tersebut sekaligus menjadi cikal bakal UKM golf pertama di UK Petra.

“Kami ingin membuat ruang pertemuan lintas generasi. Alumni angkatan 1970-an bisa bermain bersama mahasiswa aktif dan saling berbagi pengalaman,” ujarnya.

Agenda golf dimulai sejak 1 Mei 2026 dan akan berlanjut dengan pemecahan rekor MURI bermain 81 hole dalam satu hari pada 28 Juli mendatang. Sebanyak 12 Petranesian dijadwalkan bermain di empat lapangan golf berbeda, yakni Ciputra, Graha Family, Bukit Darmo, dan Pakuwon Golf mulai pukul 05.00 WIB hingga malam hari.

Menariknya, peserta yang terlibat bukan pegolf profesional, melainkan alumni dan komunitas Petra yang ingin menunjukkan semangat kebersamaan dan sportivitas. Kegiatan tersebut juga didukung Fakultas Kedokteran UK Petra untuk memastikan kondisi kesehatan peserta.

Puncak agenda golf akan berlangsung pada 15 Agustus 2026 melalui turnamen golf alumni di Taman Dayu. Teddy menyebut turnamen itu menjadi yang pertama di Jawa Timur dengan format dua shotgun dan total hadiah mencapai sekitar Rp3 miliar.

“Targetnya sekitar 200 peserta. Ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat jejaring alumni Petra,” katanya.

Sementara itu, Kepala Office of Institutional Advancement (OIA) UK Petra Dr. Meilinda mengatakan pihak kampus juga mulai menghubungi alumni yang kini berkarier di Amerika Serikat, Australia, Inggris, hingga berbagai kota besar di Indonesia untuk kembali ke kampus dan berbagi pengalaman kepada mahasiswa.

“Kami ingin mahasiswa mendengar langsung cerita perjuangan alumni yang bekerja secara global. Itu bisa menjadi inspirasi bagi mereka,” ujar Meilinda.
(KS-5)

Komentar