PLN Resmikan Learning Center Jawa 7, Cetak SDM Pembangkitan Kelas Dunia

KANALSATU – PLN Nusantara Power (PLN NP) memperkuat perannya dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di sektor ketenagalistrikan nasional melalui peresmian Learning Center Boiler Ultra Super Critical (USC) di PLTU Jawa 7, Banten. 

Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat pembelajaran dan transfer pengetahuan bagi para operator pembangkit berteknologi tinggi sekaligus menjadi kawah candradimuka bagi talenta pembangkitan Indonesia.

Peresmian atau go live Learning Center tersebut dilakukan bersamaan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara PT Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali (SGPJB), PT PLN (Persero) Pusdiklat, dan PT Sinergi Solusi Utama (SSU), Rabu (10/6/2026).

Kolaborasi tersebut menandai dimulainya operasional resmi Simulator Boiler USC Jawa 7 sebagai Learning Center Simulator 1.000 MW PLN yang akan dimanfaatkan untuk pelatihan, peningkatan kompetensi, serta transfer pengetahuan bagi insan PLN Group dan pelaku industri ketenagalistrikan nasional.

SGPJB sendiri merupakan perusahaan afiliasi PLN Nusantara Power melalui PT PLN Nusantara Renewables (PLN NR), yang memiliki 30 persen saham dalam proyek PLTU Jawa 7. Kehadiran pusat pembelajaran ini memperkuat kontribusi PLN NP Group dalam membangun ekosistem pengembangan kompetensi ketenagalistrikan berstandar global.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh President Director PT SGPJB An Liang, General Manager PT PLN (Persero) Pusdiklat Y. Endah Cahyaningrum, dan Direktur Utama PT Sinergi Solusi Utama Ardian Cholid. 

Dalam kerja sama tersebut, SGPJB menyediakan fasilitas simulator, tenaga ahli, dan pengalaman operasional pembangkit USC. Sementara itu, PLN Pusdiklat bertanggung jawab mengelola program pembelajaran dan pengembangan kurikulum, sedangkan PT Sinergi Solusi Utama mendukung pengelolaan bisnis dan pelaksanaan program pelatihan.

Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PLN Nusantara Power TB Ari Wibawa Mukti mengatakan pengembangan kompetensi menjadi faktor penting untuk menjaga keandalan sistem ketenagalistrikan sekaligus mendukung agenda transformasi energi nasional.

Menurut Ari, Learning Center Boiler USC Jawa 7 merupakan bentuk nyata komitmen PLN Nusantara Power dalam meningkatkan kompetensi insan pembangkitan melalui pembelajaran berbasis teknologi modern dan pengalaman operasional terbaik.

"Kehadiran fasilitas ini akan mempercepat transfer knowledge, memperkuat kesiapan talenta PLN Group, serta mendukung lahirnya sumber daya manusia berkelas dunia yang mampu menjawab tantangan transformasi energi dan target Net Zero Emission," ujarnya.

Ia menambahkan, fasilitas tersebut tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan internal PLN Group, tetapi juga berpotensi menjadi rujukan pembelajaran pembangkitan di tingkat nasional bahkan internasional.

Learning Center Boiler USC Jawa 7 memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari tata kelola simulator yang dirancang berkelanjutan hingga metode pembelajaran berbasis kompetensi yang mengintegrasikan teori, simulasi, studi kasus, dan praktik lapangan. Seluruh materi pembelajaran juga disusun secara kolaboratif oleh PLN Pusdiklat bersama tim ahli Jawa 7.

President Director PT SGPJB An Liang mengatakan peresmian pusat pembelajaran ini merupakan kelanjutan dari kerja sama yang telah dibangun bersama PLN dalam pengembangan sumber daya manusia sektor ketenagalistrikan.

Menurut dia, setelah pengembangan simulator disepakati tahun lalu, kini fasilitas tersebut resmi digunakan sebagai sarana pelatihan profesional di bidang pembangkitan listrik.

"Kami percaya sumber daya manusia adalah kunci kemajuan industri listrik. Karena itu kami terus meningkatkan kualitas operasional sekaligus mengembangkan pelatihan tenaga profesional melalui pusat pelatihan simulator ini," kata An Liang.

Ia berharap kerja sama antara SGPJB dan PLN dapat terus berkembang sehingga mampu mencetak lebih banyak tenaga profesional berkualitas untuk mendukung kemajuan sektor ketenagalistrikan Indonesia.

Sementara itu, Direktur Legal dan Human Capital Management PLN Yusuf Didi Setiarto menilai inisiatif yang dilakukan SGPJB merupakan langkah yang sangat strategis. Menurutnya, pembangunan fasilitas simulator USC oleh perusahaan pembangkit listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) merupakan hal yang jarang terjadi.

Yusuf mengapresiasi langkah SGPJB yang secara sukarela membangun fasilitas simulator dan membuka peluang pemanfaatannya bagi PLN Group. "Fasilitas ini akan memberikan manfaat besar bagi pengembangan sumber daya manusia PLN maupun sektor ketenagalistrikan Indonesia secara lebih luas," ujarnya.

PLN NP Group telah memanfaatkan Simulator Boiler USC Jawa 7 untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja pembangkitan. Salah satu pemanfaatannya adalah membekali personel yang akan bertugas pada proyek operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik di Bangladesh.

Selain peserta dari PLN Nusantara Power, fasilitas ini juga telah digunakan oleh tenaga kerja dari PLN Indonesia Power serta berbagai entitas lain di lingkungan PLN Group.

PLTU Jawa 7 yang dikelola SGPJB merupakan salah satu pembangkit listrik batu bara paling modern di Indonesia dengan kapasitas mencapai 2 x 1.050 MW atau total 2.100 MW. Pembangkit ini menggunakan teknologi Ultra Super Critical (USC) yang mampu meningkatkan efisiensi pembakaran batu bara sekaligus menekan emisi dibandingkan pembangkit konvensional. 

Selain itu, PLTU Jawa 7 juga dilengkapi teknologi Sea Water Flue Gas Desulfurization (SWFGD) yang memanfaatkan air laut untuk menangkap sulfur dioksida sebelum dilepaskan ke atmosfer.
(KS-5)

Komentar