Sirnas 2014 akan kunjungi 10 kota besar di Indonesia

SURABAYA (WIN): Kejuaraan bulutangkis bertajuk Sirkuit Nasional (Sirnas) segera kembali diputar. Pada 2014 ini, kejuaraan tingkat nasional yang memperebutkan hadiah total Rp220 juta itu digelar di 10 kota.

Seri pertama berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan pada 3-8 Maret mendapat. Selanjutnya seri penutup dihelat di Surabaya, Jawa Timur pada 10-15 November 2014.

Selain Makassar dan Surabaya, kota lain yang menjadi tuan rumah adalah Batam, Jakarta, Tasikmalaya, Palangkaraya, Solo, Denpasar, Padang dan Banten. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Indonesia (PB PBSI) Anton Subowo mengatakan, gelaran Sirnas merupakan salah satu bentuk pembinaan bulutangkis di Indonesia.

Untuk itu masing-masing provinsi, khususnya yang menjadi tuan rumah bisa menunjukkan yang terbaik. "Bukan hanya dari penyelenggaraan, tapi juga bisa berikan yang terbaik dari segi atlet, pelatih dan wasit," kata Anton di sela acara MoU dengan seluruh penyelenggara Sirnas 2014 di Surabaya, Kamis (6/2/14).

Selain itu, Sirnas juga bagian dari rangkaian sosialisasi olahraga bulutangkis di Tanah Air. Dengan alasan itu, ada beberapa kota yang dulu belum pernah menjadi tempat penyelenggaraan, tahun ini ditunjuk sebagai tuan rumah. Adapun kota atau daerah yang baru tahun ini menjadi tuan rumah adalah Padang, Batam, Solo dan Tasikmalaya.

Sementara dalam acara MoU, perwakilan dari Pengprov PBSI DKI Jakarta sempat mengusulkan agar panitia memberikan hadiah untuk kategori taruna dan remaja. Karena selama ini hadiah hanya diberikan pada kategori dewasa. "Saya usulkan agar kategori taruna dan remaja juga diberi hadiah. Tujuannya sebagai perangsang, karena peserta mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk ikut di beberapa daerah," harap pengurus tersebut.

Terkait hal itu, Anto menyampaikan, panitia memang sengaja memberikan hadiah bagi kategori dewasa guna menjaga niat pemain yang masih berusia muda. "Kami ingin menjaga niat atlet yang tanpa pamrih. Jadi mereka bermain demi bangsa dan negara,bukan semata-mata hadiah. Rasanya belum waktunya diusia muda mendapatkan hadiah, nani niatnya bisa beda," pungkasnya.(win6)


Komentar