Delay Lion Air disebutkan layak masuk MURI

KANALSATU - Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi M Djuraid menilai, keterlambatan jadwal penerbangan atau delay yang baru saja dialami maskapai penerbangan Lion Air, layak untuk masuk dalam catatan museum rekor.
"Saya tidak tahu, apakah peristiwa kemarin sudah layak masuk dalam Guinness Book of Record. Tetapi minimal seharusnya masuk ke MURI (Museum Rekor Indonesia)," kata Hadi dalam acara diskusi bertema "Ayo Benahi Transportasi Udara", di Jakarta, Sabtu (21/2/15).
Kementerian Perhubungan mencatat ada enam penerbangan Lion Air yang mengalami keterlambatan pada Kamis (19/2/15) lalu. Akibatnya, penumpang di terminal keberangkatan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, mengalami penumpukan.
Pada kesempatan sama, anggota Komisi V DPR RI Fauzi Amro menyatakan, kondisi penerbangan di Tanah Air sudah layak masuk dalam keadaan darurat. Setelah kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 di wilayah Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah pada 28 Desember 2014, kini giliran Lion Air yang mengalami keterlambatan.
"Saya harap perisitiwa AirAsia dan keterlambatan Lion Air menjadi pintu masuk untuk perbaikan regulasi. Jangan sampai peristiwa ini justru menyebabkan peristiwa delay dan kecelakaan semakin banyak," harapnya.(win6)