BIN kirim personil ke Brunei
Usut tiga WNI yang ditangkap bawa bom rakitan di Brunei

KANALSATU - Badan Intelijen Negara (BIN) sudah ditugaskan mengusut penangkapan tiga warga negara Indonesia di Bandara Internasional Seri Begawan, Sabtu lalu (2/5).
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan Ketiganya ditangkap atas tuduhan kepemilikan bahan peledak dan amunisi. "BIN akan mencari tahu motif mereka membawa benda-benda tersebut," kata Tedjo kepada wartawan di kantornya, Kamis (7/5/2015).
Menurut Tedjo, ketiga warga Indonesia itu tak terlibat dalam jaringan terorisme. Musababnya, BIN menyatakan bahwa ketiga orang itu tak memiliki rekam jejak kegiatan jaringan radikal.
"Petugas juga tak menemukan simbol ISIS atau gerakan radikal lain dari mereka," kata Tedjo.
Meski begitu, BIN akan berkoordinasi dengan pemerinah Kerajaan Brunei dalam menyelesaikan masalah tersebut hingga tuntas. "Kami berterimakasih kepada pemerintah Brunei yang sangat terbuka," kata Tedjo.
Tiga warga Indonesia bernama Rustawi, Pantes Sastro, dan Bibit Hariyanto, ditangkap saat transit di Brunei setelah terbang dengan pesawat Royal Brunei dari Bandar Udara Internasional Juanda di Sidoarjo, Sabtu pagi.
Mereka bermaksud menunaikan umrah dengan menggunakan jasa biro Al-Aqsa yang berkantor di Kota Malang. Mereka transit untuk berganti pesawat yang akan menerbangkan mereka ke Jeddah, Arab Saudi.
Dalam pemeriksaan, petugas keamanan pelabuhan udara Brunei menemukan benda menyerupai bahan peledak di dalam koper yang dibawa Pantes Sastro. Setelah semua barang bawaan mereka diperiksa, petugas pun menemukan bahan sejenis plus empat butir peluru, pisau lipat, dan gunting.(win14)