AS akan jual Bom dan Rudal ke Irak
KANALSATU – Pemerintah Amerika Serikat menyetujui penjualan bom dan rudal untuk armada jet tempur F-16 militer Irak senilai hampir dua miliar dolar Amerika sebagai, Kamis (21/01), sebagai bagian dari upaya memberantas ekstremis.
Badan Kerja Sama Pertahanan Keamanan (DSCA) mengatakan 400 staf pemerintah dan kontraktor Amerika Serikat akan bertugas di Irak hingga 2020 untuk merawat alutsista tersebut dan melatih para pilot dan personel Angkatan Darat Irak.
“Rencana penjualan ini memungkinkan Irak untuk sepenuhnya merawat dan mengoperasikan armada pesawat dan mempertahankan program pelatihan pilot guna melundungi Irak dari ancaman yang ada saat ini dan masa mendatang,” menurut pernyataan DSCA.
Penjualan 36 jet F-16 sudah diungkapkan sebelumnya, namun pengumuman penjualan senjata senilai 1,95 miliar dolar Amerika (setara Rp27 triliun) kali ini menegaskan bahwa Irak akan memiliki bom dan rudal canggih.
Penasihat militer, pasukan khusus dan kontraktor Amerika Serikat sudah bertugas bersama militer Irak dan koalisi pimpinan AS dalam perang melawan ISIS.
Alutsista yang akan dijual tersebut mencakup 24 rudal Sidewinder dan 150 rudal Maverick untuk masing-masing jet. Sekitar 16 ribu bom akan dikirim beserta senjata laser dan alat navigasi satelit.
Masing-masing jet juga akan dilengkapi dengan meriam M61 Vulcan 20mm.(win12)