Turki tuduh Rusia langgar wilayah udaranya

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan bahwa Rusia akan menghadapi konsekuensi jika kembali melakukan pelanggaran. (Foto BBC)

KANALSATU - Pemerintah Turki menuduh Pemerintah Rusia kembali melanggar wilayah udaranya dan memperingatkan akan menghadapi konsekuensi jika pelanggaran terus dilakukan.

Kementerian luar negeri Turki mengatakan pesawat jet tempur Rusia terbang ke wilayah udaranya di dekat perbatasan Suriah, Jumat (29/01/16).

Lebih jauh sikap Pemerintah Moskow menggambarkan klaim itu sebagai propaganda yang tidak berdasar.

Ketegangan antara kedua negara telah memuncak sejak November 2015 lalu, ketika Turki menembak jatuh pesawat jet tempur Rusia.

Secara khusus Rusia telah melakukan serangan udara di Suriah sejak September tahun lalu dengan target pasukan bersenjata yang memerangi pemerintahan Bashar al-Assad.

'Langkah tidak bertanggung jawab'

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian luar negeri Turki mengatakan pesawat jet Rusia SU-34 menyeberang ke wilayah udara Turki pada pukul 11:46 waktu setempat pada Jumat, dan mengabaikan sejumlah peringatan oleh Rusia dan Inggris.

Kemenlu Turki telah memanggil duta besar Rusia di Ankara sebagai "protes keras dan mengutuk" insiden tersebut.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan bahwa Rusia akan "menghadapi konsekuensi jika kembali melakukan pelanggaran".

"Langkah-langkah tidak bertanggung jawab seperti itu tidak menguntungkan baik bagi Federasi Rusia, atau hubungan antara Rusia dan NATO, atau perdamaian di wilayah regional dan global," katanya kepada wartawan.

Lebih dalam dia mengatakan dia telah berulang kali meminta digelarnya pertemuan dengan Vladimir Putin, tetapi tidak membuahkan hasil.

Sementara itu, NATO - di mana Turki adalah anggotanya - telah mendesak Rusia "agar bertanggungjawab dan sepenuhnya menghormati wilayah udara anggota NATO" dan "mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa pelanggaran seperti itu tidak terulang".

Hubungan Rusia dan Turki turun draktis setelah pesawat Turki F-16 menembak jatuh pesawat Rusia SU-24 pada 24 November 2015.

Secara khusus Turki menuduh pesawat Rusia itu menerobos wilayah udaranya dan mengabaikan adanya peringatan.

Lebih jauh Pemerintah Rusia bersikeras pesawatnya tidak pernah melanggar wilayah udara Turki dan mengklaim tidak pernah menerima peringatan. (bbc/win7)

Komentar