Pencalonan Idriss Deby sebagai capres Chad ditolak massa

KANALSATU - Unjuk rasa oposisi Chad melumpuhkan ibu kota dan beberapa kota lain, menutup pasar, pertokoan dan memperlambat lalu lintas, Rabu (24/02), dalam aksi untuk memprotes pencalonan Presiden Idriss Deby Itno untuk meraih masa jabatan kelimanya.
Protes tersebut membuat dua pasar besar dan sejumlah sekolah di N’Djamena sepi, menyusul seruan penutupan nasional dengan slogan “Cukup.”
Beberapa bank, perusahaan swasta dan kementrian masih dibuka, tetapi lalu lintas kota jauh lebih sepi dari hari biasanya.
Deby Itno, yang telah menjabat selama 25 tahun, kembali mencalonkan diri dalam pemilu presiden yang akan digelar pada 10 April.
Di Mao, aktivitas jual beli di pasar mingguan juga terganggu, ujar seorang warga.
Juru bicara kelompok oposisi “That’s Enough”, Mahamat Nour Ibedou, mengatakan bahwa Kota Sarh di bagian selatan, Kota Abeche di bagian timur dan Mongo pusat juga lumpuh.
“Ini menunjukkan orang-orang sadar bahwa mereka dapat menggunakan hak demokrasi mereka,” ujar juru bicara tersebut mengenai jumlah kelompok masyarakat sipil yang terlibat dalam unjuk rasa, termasuk kelompok Liga HAM Chad (Chadian Human Rights League/CHRL) dan Persatuan Serikat Dagang Chad (Union of Chadian Trade Unions/UCTU).(AFP/Antara)