Erdogan abaikan putusan bebas dua jurnalis

KANALSATU - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Minggu (28/02), mengatakan dirinya “tidak harus menghormati” keputusan Mahkamah Konstitusional untuk memerintahkan pembebasan dua jurnalis Turki yang ditahan di penjara selama tiga bulan atas tuduhan membocorkan rahasia negara.

“Saya tidak berwenang untuk menyetujui keputusan ini. Saya mengatakan ini dengan sangat jelas: Saya tidak sependapat dengan keputusan itu dan saya tidak harus menghormati keputusan itu,” kata Erdogan kepada wartawan sebelum meninggalkan Afrika.

“Masalah ini tidak terkait dengan kebebasan berekspresi. Ini adalah kasus spionase,” katanya.

Kepala editor surat kabar Cumhuriyet, Can Dundar, dan kepala biro Ankara, Erdem Gul, keluar dari penjara di Istanbul pada Jumat pagi setelah Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa hak mereka dilanggar dalam kasus yang mereka hadapi.

Mereka ditahan sejak November karena laporan yang menduga bahwa pemerintahan Erdogan berusaha mengirim senjata kepada pemberontak di Suriah.

Namun, keduanya, yang tetap dipenjara selama lebih dari 90 hari, masih diadili atas dakwaan tersebut pada 25 Maret, dengan jaksa penuntut meminta hukuman penjara seumur hidup.

Dundar dan Gul secara resmi dituduh menerima dan mengungkap rahasia negara “karena tujuan spionase” dan berusaha “keras” menggulingkan pemerintah Turki serta membantu “organisasi teroris bersenjata.”(AFP/Antara)

Komentar