Meksiko selidiki raibnya 43 mahasiswa

KANALSATU - Sebuah penyelidikan baru sedang dilakukan di sebuah tempat pembuangan sampah akhir, tempat para penyidik yakin 43 mahasiswa yang menghilang dibakar, kata Kejaksaan Agung pada Minggu (29/02).

Para pakar independen dan kerabat korban sebelumnya menolak teori bahwa jasad mahasiswa yang dibunuh, yang berasal dari universitas keguruan di Ayotzinapa yang hilang pada September 2014, dibakar di tempat pembuangan sampah kotamadya Cocula, di negara bagian Guerrero.

Namun, Kejaksaan Agung Meksiko mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa para pakar telah membuka pemeriksaan baru di tempat pembuangan sampah itu, dan hasilnya akan dilaporkan sebelum 31 Maret.

Beberapa mahasiswa dari universitas keguruan diserang polisi Iguala pada 26 September 2014, setelah mereka membajak bus yang ingin mereka gunakan untuk berdemo.

Pada malam yang sama, menurut otoritas, petugas polisi tersebut membawa 43 mahasiswa tersebut dan menyerahkan mereka kepada kartel narkoba Guerreros Unidos, yang kemudian membunuh mereka. Kartel itu lalu membakar jasad mereka di sebuah tempat pembuangan sampah akhir dan membuang bekasnya ke sungai di dekatnya.

Para pakar dari Komisi HAM Antar-Amerika dan penyidik forensik Argentina pergi ke lokasi dan menyatakan tidak ada bukti spesifik bahwa pernah ada kebakaran besar di sana.(AFP/Antara)

 

 

 

Komentar