Menhan AS tolak penggunaan teknologi Back Door

KANALSATU - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Ashton Carter mengatakan dia menentang penggunaan teknologi back door yang akan memungkinkan pemerintah mengakses data terenkripsi di sejumlah perangkat lain, Rabu (03/03).

Pernyataan kepala Pentagon itu disampaikan di tengah memanasnya sengketa hukum antara Apple dan FBI, yang berusaha memaksa raksasa teknologi tersebut membantu membuka iPhone milik salah satu pelaku penembakan dalam serangan San Bernardino pada Desember tahun lalu.

“Intinya, saya tidak percaya dengan pendekatan back door atau pendekatan teknis tunggal untuk masalah yang pelik dan rumit,” kata Carter yang disambut tepuk tangan meriah di sebuah acara teknologi di San Francisco pada Rabu, menurut sebuah transkrip. “Itu bukan solousinya,” imbuh Carter.

“Menurut pendapat saya, kita harus membiarkan satu kasus menghasilkan kesimpulan atau solusi umum... Kita harus bekerja sama untuk memecahkan masalah ini.”

FBI mengatakan pihaknya tidak ingin menggunakan metode back door tapi dia hanya meminta Apple membantu membuka kode sandi iPhone tersebut.

Apple berpendapat bahwa FBI meminta perusahaan itu meretas perangkatnya sendiri dan menggunakan back door yang bisa dieksploitasi pihak tak bertanggung jawab. Sementara itu, banyak pihak di industri teknologi khawatir kasus ini akan mengarah pada munculnya permintaan serupa.

iPhone yang diperdebatkan itu milik Syed Farook, seorang warga negara AS.

Bersama dengan istrinya Tashfeen Malik, warga Pakistan, Farook menembak mati 14 orang di Kota San Bernardino, California.(AFP/Antara)

Komentar