Modernisasi armada pesawat, Iran undang Boeing

KANALSATU - Iran mengundang produsen pesawat Amerika Serikat (AS) Boeing untuk membahas modernisasi armada pesawatnya, kata Menteri Transportasi Abbas Akhoundi, Kamis (03/03), beberapa pekan setelah kesepakatan nuklir Teheran diberlakukan.

“Setelah Boeing mendapatkan izin dari pemerintah AS, kami mengundang perusahaan itu untuk memulai pembicaraan mengenai pengembangan armada pesawat negara ini,” kata Akhoundi, tanpa mengungkapkan tanggal pertemuan, dikutip oleh stasiun televisi berita pemerintah IRIB.

Wakil Akhoundi, Asghar Fakhrieh Kashan, mengatakan kepada AFP: “Kami tidak pernah menutup pintu untuk Boeing, dan kami siap bernegosiasi kapan pun mereka datang.”

Boeing mengumumkan pada 19 Februari pihaknya sudah mendapatkan izin dari pemerintah AS untuk meninjau pasar pesawat komersial di Iran, menyusul pencabutan sanksi nuklir pada pertengahan Januari.

Iran sudah memesan sekitar 200 unit pesawat dari tiga perusahaan negara Barat sejak sanksi terkait nuklir dicabut, khususnya pembelian 118 pesawat dari perusahaan Eropa Airbus, rival global Boeing.

Pesanan juga meliputi 50 unit pesawat buatan perusahaan Brasil Embraer, produsen pesawat komersial terbesar ketiga di dunia, dan hingga 40 unit pesawat dari perusahaan Eropa ATR yang membuat pesawat turbopop.

Iran membutuhkan 400 hingga 500 unit pesawat selama satu dekade ke depan untuk meremajakan armada pesawatnya yang sudah tua, menurut kepala otoritas penerbangan sipil Iran.(AFP/Antara)

Komentar