Pesawat tempur Turki serang markas pemberontak Kurdi

KANALSATU - Pesawat tempur Turki, Senin (14/03), membombardir markas pemberontak Kurdi di Irak utara, sehari setelah ledakan bom mematikan di ibu kota yang menelan 36 korban jiwa, kata militer.
Pesawat tempur menyerang gudang senjata dan markas Partai Pekerja Kurdistan (Partiya Karkeren Kurdistane/PKK) di wilayah pegunungan Kandil dan Kara di Irak utara, kata militer, dikutip oleh kantor berita pemerintah Anatolia. "Serangan berhasil mengenai target," imbuhnya.
Juru bicara militer PKK di Irak mengatakan serangan udara menghantam Pegunungan Qandil di utara Arbil dan daerah Gunung Kara di utara Dohuk.
“Serangan pesawat Turki berlangsung sekitar pukul 03.00 (0000 GMT) hingga 05.00 pagi ini di Gunung Qandil dan Kara,” kata Bakhtiar Dogan kepada AFP.
“Saat ini, kami belum memiliki gambaran akurat mengenai kerusakan yang disebabkan serangan itu,” katanya, menambahkan bahwa pernyataan selanjutnya akan dikeluarkan pada Senin.
Sementara itu, tiga korban luka akibat serangan bom mobil di pusat Kota Ankara akhirnya meninggal, menambah jumlah keseluruhan korban menjadi 36 orang, ujar seorang menteri pada Senin (14/03).
“Pada pagi hari ini… kami mencatat tiga korban tewas tambahan di rumah sakit,” kata Menteri Kesehatan Mehmet Muezzinoglu dalam komentar di televisi.
Jasad seorang penyerang berhasil ditemukan, ujarnya, menunjukkan kemungkinan pelaku pengeboman berjumlah dua orang.
Serangan itu – insiden ketiga yang terjadi di Ankara dalam lima bulan terakhir – mengincar sebuah pusat transportasi yang ramai dekat kantor perdana menteri dan parlemen pada Minggu.
“Saya mengutuk dalang yang berani membantai warga sipil tidak berdosa,” kata Muezzinoglu, seraya memperingatkan Turki akan menumpas semua teroris di wilayahnya.
Kepolisian pada Senin pagi menjaga ketat lokasi kejadian dan memasang barikade yang menghalangi penglihatan, menurut laporan koresponden AFP.
Sejumlah barikade dipasang di sekitar 200 meter dari lokasi kejadian saat kepolisian berpatroli di area tersebut dan sejumlah tim forensik melanjutkan penyelidikannya.(AFP/Antara)