Tentara Ethiopia dituding eksekusi ratusan demonstran

KANALSATU - Kelompok HAM Ethiopia pada Senin (14/03) menuding pasukan pemerintah melancarkan lebih dari 100 eksekusi serta penyiksaan saat meredakan unjuk rasa yang meletus pada tahun lalu di wilayah Oromia.
Organisasi nonpemerintah Dewan HAM (HRC) Ethiopia mengatakan aparat keamanan melakukan “sejumlah tindak kriminal” antara November 2015 hingga bulan lalu ketika unjuk rasa berakhir.
“Mayoritas korban mengalami luka tembak di punggung atau kepala,” menurut laporan kelompok tersebut, setelah mengidentifikasi “102 eksekusi” terhadap warga bersia 12 hingga 68 tahun.
Sebanyak 56 orang lainnya tewas ditembak atau dipukuli dan 22 korban lainnya disiksa, menurut laporan tersebut.
Wilayah Oromia, yang berpenduduk 27 juta orang, mengelilingi ibu kota Addis Ababa dan warganya menggunakan bahasa Oromo.
Unjuk rasa meletus pada November terkait penolakan terhadap rencana pemerintah untuk memperluas perbatasan Addis Ababa ke Oromia. Rencana itu dibatalkan pada 12 Januari, namun demonstrasi berlanjut selama bebarapa pekan.
“Mayoritas eksekusi terjadi pada malam hari, setelah demonstrasi, saat warga berada di jalan-jalan,” kata wakil ketua HRC Kumlachew Dagne.
“Personel militer melakukan pencarian dari rumah ke rumah pada malam hari, melakukan sejumlah aksi pemukulan, ancaman, intimidasi dan gangguan,” menurut laporan tersebut, seraya menambahkan “beberapa kasus pemerkosaan oleh personel militer” juga terjadi.
Kelompok itu tidak bisa memberikan perkiraan jumlah korban tewas secara keseluruhan dalam kerusuhan selama beberapa bulan tersebut, namun Human Rights Watch memperkirakan sedikitnya 140 orang tewas.(AFP/Antara)