Afsel bantah suap untuk gelar Piala Dunia

KANALSATU - Menteri olahraga Afrika Selatan pada Kamis (17/03) membantah telah membayar suap untuk bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010, saat FIFA ingin mengambil uang dari para pejabat yang menghadapi tuntutan korupsi di Amerika Serikat (AS).

FIFA pekan ini mengeluarkan pengakuan yang mereka sebut “korupsi tidak tahu malu” untuk meminta “restitusi korban” kepada otoritas AS.

Klaim yang diajukan ke kantor Kejaksaan AS di New York tersebut menyebutkan Afrika Selatan membayar suap sebesar 10 juta dolar AS (sekitar Rp130,3 triliun) untuk mendapat dukungan agar menjadi tuan rumah Piala Dunia – namun FIFA tidak mau langsung menuduh Afrika Selatan menyuap.

“Afrika Selatan tidak membayar suap atau berkonspirasi untuk memperoleh hak menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2010 secara ilegal,” kata Fikile Mbalula kepada para reporter di Cape Town saat dia membela rekam jejaknya dalam turnamen itu.

Suap sebesar 10 juta dolar AS dibayarkan melalui FIFA ke sebuah rekening yang dikuasai Jack Warner, mantan wakil presiden FIFA dari Karibia yang dituduh menerima suap oleh otoritas AS.

Penyidik AS yakin uang tersebut adalah suap untuk memastikan Afrika Selatan terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia pada 2010.(win4)

Komentar