Skuad Pra PON Jatim ditahan imbang Banten 1-1
KANALSATU – Skuad sepakbola Pra PON Jawa Timur kembali gagal mengamankan poin dilaga ketiganya melawan skuad Pra PON Banten, Rabu (23/3/16) di stadion Arcamanik, Bandung dengan skor 1-1. Unggul terlebih dahulu lewat sontekan Fahmi Al Ayyubi, skuad Hanafing ini kecolongan lewat Dian Endra Setiawan, dan kedua tim akhirnya harus puas dengan hasil imbang.
Babak pertama berjalan kedua tim langsung mengambil inisiatif serangan, bahkan Banten yang sudah kehilangan dua laganya berusaha menekan terlebih dahulu. Beberapa peluang berhasil diciptakan, sayang, ketatnya lini pertahanan Jatim yang digalang oleh M Zaenuri dkk membuat semua peluang gagal dikonversi menjadi gol.
Sebaliknya, Jatim yang ingin mengamankan laga ketiganya dengan terget tiga poin berusaha tampil maksimal, masuknya Syarul yang menggantikan Muslim Habibi akibat akumulasi kartu membuat lini tengah skuad besutan Hanafing kelihatan lebih solid untuk menompang kinerga tridente striker Jatim Ridho-Dendy-Fahmi.
Jatim yang mengandalakan strategi tiki-taka nya berusaha untuk mengimbangi anak asuh Imam Riyadi, sayang, sampai pertengahan babak Iman Budi dkk belum berhasil menggetarkan jala lawan.
Peluang terbaik Jatim datang saat Ridho yang berhasil keluar dari jebakan offside gagal menceploskan sikulit bunder, tendangannya masih bisa dimentahkan oleh Ahmad Arief saja. Begitu juga dengan Dendy yang berdiri bebas tanpa pengawalan gagal memanfaatkan umpan tarik Fahmi, sundulannya hanya melebar tipis disebelah jala lawan.
Seperti tak mau menyerah begitu saja, Jatim terus membombardir lini pertahanan Banten. Gol yang ditunggu-tunggu akhirnya lahir lewat Fahmi Al Ayyubi pada menit ke 41 saat memanfaatkan kesalahan penjaga gawang Banten yang gagal mengamankan bola dan mengarah ke pemain Jatim.
Fahmi yang melihat gawang kosong melompong hanya dengan satu sontekan saja berhasil menggetarkan jala Banten, gol, skor berubah menjadi 1-0 untuk Jatim. Sampai berakhirnya babak pertama kedudukan tak berubah untuk keunggulan Jatim.
Memasuki babak kedua, Banten yang kalah dalam penguasaan bola mencoba untuk menerapkan strategi bertahan sesekali melakukan counter attack ke arah jantung pertahanan Jatim.
Babak kedua baru berjalan beberapa menit, lewat sebuah serangan yang apik Banten berhasil menggetarkan jalan Jatim yang dikawal oleh Anas Fitranto. Dian Endra Setiawan menjadi pahlawan bagi Banten setelah berhasil menyamakan kedudukan, lolos dari jebakan offside, pemain bernomer punggung 29 ini berhasil mengelebui penjaga gawang Jatim, gol, skor imbang menjadi 1-1 pada menit ke 52.
Jatim yang kaget dengan gol cepat diawal babak kedua berusaha untuk kembali menekan. Sebuah alur serangan yang apik dari rusuk kiri lini pertahanan Banten gagal dimanfaatkan dengan baik oleh Dendy. Umpan tarik Fahmi gagal dimanfaatkan menjadi gol setelah sundulan Dendy kembali melebar diatas penjaga gawang Banten yang sore ini tampil apik.
Untuk menambah daya gedor lini serang Jatim, Hanafing memasukan Imam Bayhaqi menggantikan Cakra Yudha, selang satu menit berlangsung sebuah tusukan dari Dendy gagal dimanfaatkan dengan baik. Bayhaqi yang tinggal berhadapan dengan kiper gagal menceploskan bola yang sudah melompong, alhasil tendangannya hanya menyamping. Sampai berakhirnya babak kedua kedudukan tak berubah dan Jatim gagal untuk mengamankan poin penting setelah sebelumnya ditahan Jateng dengan skor 0-0.
Hanafing, pelatih kepala sepakbola Pra PON Jatim mengaku kecewa dengan hasil imbang ini, menurutnya banyaknya peluang yang tercipta hanya satu yang bisa dikonversikan menjadi gol. Namun demikian dirinya mengapresiasi perjuangan skuadnya untuk bermain maksimal.
“Hasil imbang patut disyukuri meski kita sudah bermain maksimal, kurang tenang dalam menyelesaikan peluang di depan gawang menjadi kendala serius Jaatim dalam berburu gol. Semoga lawan DKI pada Kamis (24/3/16) nanti bisa berbuah manis dan menebus dua kali kegagalan ditahan seri,” jelasnya.
Sementara pelatih Banten, Imam Riyadi mengucap syukur timnya bisa menahan tim favorit Jawa Timur, menurunya dua kali bertanding dan mengenyam hasil pahit membuat Banten bersemangat untuk mencuri poin dari Jatim, dan ini berhasil dibuktikan setelah menahan imabng dengan skor 1-1.
“Kami tak ingin menuai hasil pahit dilaga ketika, anak-anak saya intruksikan untuk bermain lepas saja sesekali melakukan serangaan, saya akui Jatim lebih unggul dalam ball posesion dan fisik pemain serta skill, namun pada akhirnya kami bisa mencuri gol untuk menahan sementara Jatim untuk melenggang dengan mulus dilaga ketinya,” ungkapnya.
Dengan hasil imbang ini membuat Jawa Timur harus bersaing ekstra keras melawan dua tim lainnya Jateng dan DKI. Jatim sendiri saat ini berhasil mengemas 5 poin dari tiga kali laga sekali menang dan dua kali ditahan imbang melawan Jateng dan Banten. Satu kemenangan Jatim dipersembahkan saat menggilas DI Yogyakarta dengan skor 6-0.(win12)
Jawa Timur: Anas Fitranto, M Zaenuri, Imam Mahmud, Erik Vaisal, Obeth Choiri, M Sidik Saimima, Syarul Kurniawan, Imam Budi, Fahmi Al Ayyubi, Dendy Sulistyawan, Ridho Nurcahyo
Cadangan: M Irfan, Dwi Yusuf, Ardi Yuniar, Bagus Prasetya, Riki Hamzah, Cakra Yudha, Safrizal Harahap, Imam Bayhaqi
Pelatih: Hanafing
Banten: Ahmad Arief, Heru Setiawan, Arief Gangsar, Abdul Fakih, Nur Hidayat, Dika Denhas, Oktafianus Fernando, Suandi, HenrybRivaldi, Dian Endra, Nikmatullah
Cadangan: Reza Herdiansyah, Rudy Satrianto, Wildan Karakas, Fadil Redian, Dado Sutisna, Heryansyah, Asep Sidik
Pelatih: Imam Riyadi