700 Penumpang tewas, kapten kapal mangkir

KANALSATU - Pria yang dituduh sebagai kapten kapal imigran yang tenggelam di Mediterania tahun lalu dan menewaskan lebih dari 700 orang, menegaskan bahwa dia sama dengan penumpang lain, kata pengacaranya kepada AFP pada Selasa (22/03).
Sidang awal tertutup di Catania tersebut digelar untuk pembacaan putusan hakim mengenai permintaan pembela untuk menganalisis kotak hitam dari sebuah kapal kargo Portugis, King Jacob. Namun, permintaan itu ditolak.
King Jacob bergegas membantu kapal pukat yang kelebihan penumpang tersebut pada 19 April, namun para korban selamat mengatakan kapal imigran itu bertabrakan dengan kapal King Jacob, menyebabkan para penumpang terhempas ke satu sisi dan kapalnya karam.
Mohammed Ali Malek, asal Tunisia, ditangkap setelah dia diselamatkan bersama 27 pria lainnya dan dituntut dengan dakwaan pembunuhan.
Orang-orang yang berhasil mendarat di pantai mengatakan kapal mereka kemungkinan mengangkut 800 penumpang, dan Malek menyebabkan kecelakaan tersebut.
Malek (27), yang diborgol bersama terduga mualim 2 asal Suriah Mahmoud Bikhit, dituduh menyebabkan tabrakan kapal dan menyelundupkan manusia.
Namun, pengacaranya Massimo Ferrante menyampaikan bahwa Malek berkata “dia hanya seorang imigran di kapal itu.”
“Seringkali kapten kapal dipilih mendadak. Mereka diberi telepon satelit, kompas dan diancam akan dibunuh jika kembali,” katanya di sela-sela sidang.(AFP/Antara)