Kisruh, laga krusial DKI vs Jatim ditunda
KANALSATU – Partai hidup mati penentuan lolos antara sepakbola Pra PON DKI Jakarta melawan Jawa Timur akhirnya berakhir ricuh, Kamis (24/3/16) di stadion Arcamanik, Bandung. Laga kedua tim terpaksa dihentikan pada menit ke 74 dan rencananya dilanjutkan besok pagi, Jumat (25/3/16) pukul 09.00 WIB ditempat yang sama.
Skor sementara untuk keunggulan Jawa Timur lewat sontekan Iman Budi Hernandi pada menit ke 53, dan gol striker andalan mereka Dendy Sulistyawan pada menit ke 64. Sebelumnya DKI Jakarta berhasil unggul terlebih dahulu lewat Ahmad Ihwan diawal babak pertama tepatnya menit ke 8.
Babak pertama berjalan Jatim yang bernafsu untuk meraih tiga poin penuh guna lolos ke PON Jabar 2016 langsung mengambil inisatif penyerangan terlebih dahulu. Jatim langsung menggebrak dan melancarkan serangan bertubi-tubi ke jantung pertahanan DKI.
Beberapa peluang berhasil diciptakan. Sayang, asyik menyerang gawang Jatim malah kebobolan dimenit-menit awal, tendangan pojok DKI berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh striker andalannya, Ahmad Ihwan untuk membobol Jatim yang dikawal oleh Anas Fitranto. Gol, skor berubah menjadi 1-0 untuk DKI pada menit ke 8.
Tertinggal sebiji gol, Jatim semakin bernafsu untuk menyerang, Ridho Nurcahyo yang sempat dicadangkan akhirnya kembali dimasukan menggantikan Riki Hamzah untuk menambah daya gedor lini serang skuad besutan Hanafing.
Praktis masuknya Ridho membuat perubahan dilini depan Jatim, beberapa peluang berhasil diciptakan, duet Dendy dan Ridho membuat lini pertahanan DKI semakin kerepotan. Sebuah sodoran manis dari lini gagal dimanfaatkan oleh Dendy untuk menyamakan kedudukan, tendangannya hanya melebar ke sisi sebelah kiri gawang Daryono.
Jatim yang unggul ball posesion tak mau menyerah untuk begitu saja, kali ini giliran Ridho yang mendapat umpan manis dari Dendy sayang tembakan masih jauh dari sasaran. Pertandingan kedua tim berjalan alot, kepemimpinan wasit Dadan Suhada nampaknya diuji benar kesabarannya dalam pertandingan DKI vs Jatim.
Puncaknya, sebuah pelanggaran pemain belakang DKI terhadap Dendy luput dari pengawasannya, pelatih kiper Jatim Iwan Supriyanto tak terima dengan ulah asisten wasit I, Tedi F pada menit ke 37. Buntutnya sebuah bogem mentah melayang ke muka Dedi dan membuat laga kedua tim dihentikan untuk sementara.
Pertandingan yang menyisakan tujuh menit akhirnya dilanjutkan kembali. Sampai berakhirnya babak pertama kedua tim tak berhasil menambah pundi-pundi golnya dan DKI untuk sementara unggul 1-0.
Babak kedua berjalan, Jatim yang ingin mengakhiri laga dengan 3 poin berusaha untuk mengambil inisiatif serangan terlebih dahulu. Fahmi yang berhasil dari jebakan offside gagal memanfaatkan peluang dengan baik, tendangannya berhasil diblok oleh lini belakang lawan dan gagal berbuah gol.
Kembali, Hanafing memasukan tenaga anyar untuk menambah daya gedor lini kanannya, Imam Bayhaqi dimasukan untuk menggantikan Syarul Kurniawan. Dan strategi ini sangat jitu sekali, sebuah sklimit di dalam kotak pinalti berbuah manis, Iman Budi berhasil memanfaatkan bola liar dengan baik, tendangannya gagal diantisipasi dan gol, skor berubah menajdi 1-1 menit ke 53.
Jatim yang kembali menemukan performanya semakin menjadi-jadi dalam melakukan serangan. Kali ini Dendy berhasil mengubah kedudukan menjadi 2-1 pada menit ke 65 setelah menerima umpan terobosan dari Iman Budi, gol pun terjadi dan Jatim kembali berpeluang lolos ke PON Jabar 2016.
Unggul selisih gol, Iman Budi dkk terus meningkatkan serangan bahkan bberaoa kali peluang berhasill diciptakan, sayang ketatnya lini pertahanan lawan membuat peluang jadi sia-sia.
DKI yang tak ingin malu dan hanya berharap seri mencoba untuk membalas serangan dari Jatim. Puncaknya sebuah pelanggaran keras yang dilakukan oleh Dendy luput dari pengawasan wasit Dadan Suhada, tak terima dengan keputusan wasit, pemain DKI berusaha mengeroyok wasit pemimpin pertandingan.
Kisruh untuk kedua kalinya pun tak terelakan, dan pertandingan akhirnya terpaksa ditunda setelah pihak panpel dan keamanan serta wasit tak bisa melanjutkan pertandingan akibat luka lebam dikeroyok pemain dan ofisial DKI.
"Apapun yang terjadi, Jatim siap main kapanpun. Bila perlu malam ini juga kita siap. Wasit sendiri memimpin jalannya laga kurang bagus, banyak beberapa pelanggaran yang luput dari pengamatannya," jelas Hanafing.(win12)
DKI Jakarta: Daryonno, Agus Sulaiman, Andre, Gilang Harahap, Wayan Ekananda, Akbar Tanjung, Eduardo Sinaen, Riki Istianto, Rafid Lestaluhu, Ahmad Ihwan, Syamsul Bahri
Cadangan: Kurniawan, Fathul Bahri, Derry Herlangga, Ikhwan Ciptadi, M Syukron, Ahmad Lutfi, Irvan Syaputra
Pelatih: Sudirman
Jawa Timur: Anas Fitranto, M Zaenuri, Imam Mahmud, Erik Vaisal, Syarul Kurniawan, M Sidik Saimima, Muslim Habibi, Imam Budi, Fahmi Al Ayyubi, Dendy Sulistyawan, Riki Hamzah
Cadangan: M Irfan, M Nasir, Ardi Yuniar, Bagus Prasetya, Ridho Nurcahyo, Imam Bayhaqi
Pelatih: Hanafing