Liga Champion Eropa dipangkas menjadi 16 tim saja

KANALSATU - Liga Champion bukan tidak mungkin dipangkas pesertanya menjadi 16 tim saja, berbeda dengan saat ini yang memiliki 32 tim. Selain itu, ada peluang jika 16 tim tersebut akan terbagi dalam dua liga kecil, sehingga ‘penyisihan grup’ bisa memakan 14 pertandingan. Namun semua itu belum merupakan keputusan final, alias masih dalam wacana yang digodok UEFA.
UEFA mempertimbangkan keputusan merombak format Liga Champions, setelah keluhan yang datang dari berbagai klub. Pasalnya, saat ini jumlah pendapatan yang didapatkan tim di kompetisi tersebut sangat kecil dibandingkan Liga Inggris.
Sebagai contoh, pendapatan klub yang terdegradasi dari Liga Inggris pada musim 2016-2017 mencapai 100 juta poundsterling.
Jumlah itu hanya beda ‘tipis’ dari jumlah hadiah yang didapatkan juara Liga Champions 2017 yang hanya dalam kisaran 150 juta poundsterling. Oleh karenanya, untuk menciptakan Liga Champions yang benar-benar diisi tim elite Eropa, UEFA berpeluang memangkas jumlah peserta.
Saat ini, penyisihan grup Liga Champions terdiri dari 32 klub. Di babak ini, tim-tim dari liga ‘gurem’ berpeluang menerobos masuk. Meskipun dari segi tingkat kompetisi, hal tersebut baik untuk kemajuan sepakbola Eropa secara keseluruhan, dari segi bisnis tidak demikian. Sebagai contoh, pertemuan Real Madrid kontra BATE Borisov, klub Liga
Belarusia pada musim 2008-09 hanya diminati sedikit penggemar sepakbola. Oleh karenanya, revolusi bisa saja dilakukan oleh UEFA untuk Liga Champions. Hanya ada 16 tim di penyisihan grup, berarti ditambahnya babak kualifikasi sebelum tiba di penyisihan tersebut.
Setelahnya akan ada opsi, untuk mempertahankan format yang sekarang dengan jumlah peserta lebih terbatas, atau format baru. Dalam format baru, akan ada dua liga kecil, yang masing-masing terdiri dari 8 klub.
Dengan liga kecil tersebut, klub yang tampil di Liga Champions khusus di babak penyisihan grup, akan bermain dalam 14 pertandingan, kandang dan tandang. Namun tentunya, perubahan tersebut tidak akan dilakukan secara mendadak. Andaipun Liga Champions diubah, hal itu kemungkinan baru bisa dilakukan pasca musim 2017-2018.(win12)