Gresik United kontrak Sasa Sezevic

Sasa Sezevic bukan nama baru bagi publik Gresik, karena pemain asal Serbia Montenegro itu sudah pernah membela tim berjulukan Laskar Joko Samudro di ISL 2015 lalu. Meski masa edarnya bersama Gresik United saat itu relatif singkat, keberadaan Sasa mampu mengatrol performa tim besutan Liestiadi itu. Kini, kerjasama keduanya kembali terjalin ketika Sasa hadir lagi di Gresik, Jumat (25/3/2016) sore.
Berbeda dengan dua pemain asing yang datang lebih dulu, Eduardo Da Conceicao Marceil (Brasil/striker), dan Oh In-Kyun (Korsel/gelandang). Jika kedua pemain itu masih harus melalui tahap seleksi, Sasa besar kemungkinan bakal langsung dikontrak.
Hal itu diungkapkan pelatih kepala Gresik United Liestiadi. “Saya sudah tahu kualitas Sasa. Saya lihat kondisinya bagus setelah sekian lama ia pulang ke negaranya. Semoga kehadiran Sasa semakin mempersolid tim ini,” tutur mantan pelatih PSM Makassar di Piala Jenderal Sudirman.
Sasa memilih pulang kampung karena ISL 2015 dihentikan PSSI menyusul konfliknya dengan Kemenpora kala itu. Kini, setelah ada tanda-tanda kompetisi bakal bergulir lagi, Sasa yang sempat menolak jika GU hanya bermain di turnamen bersedia kembali ke Gresik.
Untuk kedua pemain impor lain, Liestiadi masih ingin melihat perkembangannya hingga pertengahan pekan depan. Bila mereka menunjukkan performa bagus selama latihan dan uji coba yang sudah diagendakan sang pelatih, mereka bakal direkomendasi untuk dikontrak. Karena itu, ia berharap kesempatan tersebut dimanfaatkan secara optimal oleh kedua pemain asing tersebut, terutama Eduardo.
Eduardo dianggap masih butuh adaptasi lebih lama karena baru kali ini ia datang ke Tanah Air. Dari pengamatan Liestiadi, adaptasi Eduardo dengan cuaca, makanan, dan sepak bola Indonesia masih belum maksimal. Sehingga performanya selama latihan bersama Gresik United belum maksimal.
Berbeda dengan Eduardo, Oh In-Kyun justru mendapat pujian dari sang pelatih. Pasalnya, sejak tiba di Gresik United beberapa hari lalu, gelandang asal Korsel berusia 31 tahun itu selalu tampil bagus. “In-Kyun bagus karena dia sudah mengenal sepak bola Indonesia,” sebut Liestiadi.
Kendati memuji penampilan pemain kelahiran 29 Januari 1985 itu, Liestiadi, dalam waktu dekat belum berencana merekomendasikan namanya untuk dikontrak. Alasannya, ia masih ingin melihat performa In-Kyun lebih lama. Maklum, ia tak ingin salah pilih karena durasi kompetisi yang akan mereka jalani nanti berlangsung lama.
Soal pemain lokal, GU kedatangan satu pemain baru. Ia adalah eks pemain Pusamania Borneo FC, Jefry Kurniawan. Kedatangan Jefry menggenapi pemain lokal GU menjadi 28 pemain.(win21)