Mencoreng Menpora, panpel tak fair play

Skuad pra PON Jatim

KANALSATU - Tim sepak bola pra PON Jatim tak lolos PON, membuat KONI Jatim melakukan protes ke KONI Pusat dan Kemenpora. Ini, lantaran pihak panitia penyelenggara (panpel) tidak fair play dalam melaksanakan penyelenggaraan, sehingga merugikan tim Jatim.

Padahal, menjunjung tinggi sportifitas dan fair play yang sudah dicanangkan oleh Menpora, nampaknya tidak dijalankan oleh pihak Panpel. Hal itu yang membuat protes tim Jatim dan akan melayangkan surat ke KONI Pusat dan Kemenpora.

"Kejadian merugikan tim Jatim, telah mencoreng niat baik Kemenpora yang ingin membenahi tata kelola sepakbola nasional untuk lebih baik, jujur, jauh dari mafia sepakbola dan menjunjung tinggi sportifitas," jelas kepala pelatih Jatim, Hanafing, kepada wartawan di KONI Jatim, Selasa (29/3/16) sore.

Protes keras itu, melalui surat dilayangkan ke KONI Pusat dan Kemenpora, Selasa (29/3/16). Surat protes tersebut dikirim KONI Jatim, setelah menerima laporan hasil dan kronologis pertandingan tim Pra PON Jatim dari offisial tim Pra PON Jatim, langsung dari pelatih Hanafing. "KONI Jatim akan terus mengawal surat protes ke KONI Pusat."

"Saya sudah melaporkan kegagalan tim Pra PON Jatim, akibat dikerjai wasit dan panpel Pra PON. Kami minta KONI Jatim protes ke KONi Pusat dan Kemenpora," imbuh Hanafing.

Dalam laporannya, Hanafing menjelaskan kemenangan Jatim 6-0 atas DI Yogjakarta di laga pertama, membuat Jateng dan DKI Jakarta ketar-ketir. Hasil gemilang Jatim tersebut, berujung pada keputusan wasit yang kontroversial di laga berikutnya.

Keputusan kontroversial wasit terlihat dalam laga Jateng lawan Banten (2-1), Banten lawan DKI yang berakhir WO untuk DKI. Jateng lawan Jatim (1-1). Jatim-Banten (1-1. Laga pamungkas bagi Jatim, yakni lawan DKI, dengan skore (2-2). Duel DKI lawan Jatim terjadi keanehan dalam panpel dan kepemimpinan wasit.

Puncaknya, panpel mengganti seluruh perangkat wasit. Perangkat wasit di laga lanjutan kedua tim di stadion Arcamanik, Bandung, Kamis (24/3/16), digantikan perangkat wasit baru pada pertandingan lanjutan yang digelar Jumat (25/3/16) pagi.

Karena terjadi kericuhan, pada menit 74, pertandingan dihentikan setelah penjaga gawang DKI, Dendy memukul wasit Dadan Suhada dan dihukum kartu merah. Tak terima dengan keputusan wasit, pemain DKI berusaha mengeroyok wasit.

Pertandingan akhirnya terpaksa ditunda setelah pihak panpel dan keamanan melihat wasit tidak bisa melanjutkan pertandingan akibat luka lebam dikeroyok pemain dan ofisial DKI.Laga kedua tim yang tersisa 16 menit dilanjutkan Jumat besok pagi. "Awalnya, kami keberatan, karena khawatir akan dikerjai. Ternyata kekhawatiran kami terbukti," ujar Hanafing.

Gelaran sepakbola Pra PON di Bandung, menurutnya, jauh dari kata sprotifitas dan fair play. Tim yang tidak lolos rata-rata adalah tim yang berkualitas, karena faktor non teknis. Semua kerusuhan terjadi di semua grup A, C, D, E dan F, karena pemukulan wasit. (win16)

 

Komentar