Perang sipil di Suriah sebabkan kerugian US$200 miliar

KANALSATU -  Konflik brutal selama lima tahun di Suriah menyebabkan mereka mengalami kerugian sebesar lebih dari 200 miliar dolar AS (sekitar Rp2,65 kuadriliun), kata Presiden Bashar al-Assad dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Rabu (30/03), menegaskan bahwa Damaskus akan meminta bantuan Rusia, Tiongkok dan Iran untuk membangun kembali negaranya.

“Kerugian ekonomi dan infrastrukturnya melebihi 200 miliar dolar AS,” kata Assad kepada kantor berita pemerintah Rusia RIA Novosti.

“Masalah ekonomi bisa segera diselesaikan, ketika situasi di Suriah sudah stabil, namun membangun kembali infrastruktur akan membutuhkan waktu lama,” kata Assad dalam sebuah pernyataan yang diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia.

Assad mengatakan semua kontrak di masa mendatang untuk membantu membangun kembali Suriah akan diserahkan kepada perusahaan dari negara-negara yang mendukung Damaskus selama konflik berdarah tersebut.

“Tentu saja kami berharap proses ini akan berdasarkan pada tiga negara utama yang mendukung Suriah selama krisis ini – Rusia, Tiongkok dan Iran,” kata Assad.(AFP/Antara)

Komentar