Hollande: Tak ada ampun bagi pasukan yang lecehkan seksual

Hollande

KANALSATU - Presiden Prancis Francois Hollande dan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Jumat (01/04), mengatakan tidak akan ada kekebalan hukum bagi pasukan Prancis atau penjaga perdamaian PBB yang dituduh terlibat dalam skandal pelecehan seksual di Republik Afrika Tengah (RAT).

PBB pada Kamis mengatakan bahwa lebih dari 100 korban di negara itu mengajukan komplain dengan laporan baru terkait pelecehan seksual, termasuk bestialitas, yang dilakukan oleh penjaga perdamaian PBB dan pasukan Prancis.

“Menyangkut dugaan baru tentang pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh pasukan MINUSCA dan pasukan Sangaris (misi PBB dan Prancis untuk RAT), presiden dan sekretaris jenderal PBB mengungkapkan keinginan untuk menelusuri kebenaran, dan menolak adanya kekebalan hukum,” ungkap kantor kepresidenan Prancis dalam sebuah pernyataan.

Hollande, yang bertemu dengan Ban di sela-sela KTT keamanan nuklir di Washington, kemudian mengatakan bahwa jika terbukti benar, tuduhan itu akan “menodai kehormatan Prancis.”

Otoritas Prancis pekan ini menerima surat dari PBB yang menguraikan dugaan pelecehan seksual baru. Ban “sangat terkejut” dengan dugaan yang muncul setelah tim PBB berkunjung ke prefektur Kemo untuk mewawancarai perempuan dan para gadis di sana.(AFP/Antara)

Komentar