Turki selidiki skandal suap perusahaan farmasi Novartis

KANALSATU - Jaksa Turki meluncurkan penyelidikan atas dugaan korupsi yang dilakukan produsen raksasa farmasi Swiss Novartis, menurut kantor berita Anatolia pada Jumat (01/04).
Penyelidikan muncul setelah laporan di media Turki yang menuduh Novartis memberikan suap 85 juta dolar Amerika (sekitar Rp1,11 triliun) via sebuah perusahaan konsultan kepada sejumlah perwakilan Kementerian Kesehatan Turki dalam rangka “menguasai pangsa pasar secara tidak sehat.”
Saat dihubungi AFP, Novartis tidak mengomentari laporan tersebut.
Namun, pihaknya mengatakan penyelidikan sebelumnya terhadap Novartis di Turki, dipicu laporan dari seorang pengungkap, dibatalkan pihak berwenang Turki setelah penyelidikan internal Novartis pada 2014 tidak menemukan pelanggaran.
Produsen obat itu pada pekan lalu mengatakan pihaknya mencapai perjanjian dengan pihak berwenang Amerika Serikat (AS) untuk membayar 25 juta dolar Amerika (sekitar Rp329,3 miliar) guna menyelesaikan tuduhan bahwa unitnya di Tiongkok menyuap sejumlah profesional kesehatan untuk meningkatkan penjualan.(AFP/Antara)