Azerbaijan vs Armenia, 30 tentara tewas

KANALSATU – Bentrokan dahsyat antara tentara Azerbaijan dan Armenia, Sabtu (02/04) dalam esklakasi kekerasan atas wilayah sengketa Nagorno Karabakh, mendapat kecaman keras dari banyak pihak, termasuk diantaranya dari Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Rusia. Sedikitnya 30 tentara dari kedua negara dikabarkan tewas dalam insiden tersebut.
Menteri Luar Negeri AS John Kerry bersama dengan Rusia mengimbau gencatan senjata di wilayah itu, setelah meletusnya insiden yang disebut Presiden Armenia Serzh Sarkisian sebagai “permusuhan terbesar” sejak gencatan senjata pada 1994 (mengakhiri perang) setelah tentara dukungan Armenia merampas wilayah itu dari Azerbaijan.
“Kami mengimbau kedua pihak untuk menahan diri, menghindari eskalasi lebih lanjut dan mematuhi gencatan senjata,” kata Kerry seperti disiarkan AFP.
Situasi tidak stabil di wilayah itu memaksa kedua belah pihak melakukan negosiasi di bawah naungan OSCE Minsk Group Co-Chairs, untuk membahas penyelesaian konflik secara komprehensif agar tidak berkelanjutan. ” “Kami menegaskan tidak ada solusi militer untuk konflik itu,” kata Kerry.
Minsk Group adalah kelompok kepentingan negara-negara yang diketuai Prancis, Rusia dan AS, bertugas memimpin upaya Organisasi Keamanan dan Kerja Sama Eropa (Organization for Security and Co-operation in Europe/OSCE) dalam mencari solusi konflik kawasan.(AFP/Antara/win3)