Pergantian PM Islandia gara-gara Panama Papers

PM Islandia yang diganti, Sigmundur David Gunnlaugsson

KANALSATU - Pemerintahan baru Islandia berhaluan sayap kanan akan mulai bekerja pada Kamis (07/04), setelah perdana menteri sebelumnya terpaksa mengundurkan diri karena tekanan lantaran namanya masuk dalam daftar (skandal) Panama Papers.

Perdana menteri barunya adalah Sigurdur Ingi Johannsson berusia 53 tahun. Dia dipilih pada Rabu oleh Progressive Party berhaluan kanan tengah untuk menggantikan Sigmundur David Gunnlaugsson, yang mengundurkan diri pada Selasa di tengah demonstrasi massal terkait kepemilikan perusahaan di Britis Virgin Island yang dinilai sengaja menghindar dari pajak dalam negeri negara tersebut.

Pemerintahan demisioner diperkirakan akan menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan baru dalam rapat kabinet pukul 1200 GMT, menurut stasiun penyiaran publik RUV.

Johannsson pada Rabu malam mengumumkan bahwa pemilu parlemen baru akan digelar pada “musim gugur”, sekitar enam bulan lebih cepat dari jadwal pemilu pada April 2017.

Namun, sejumlah demonstran yang berunjuk rasa di luar parlemen selama tiga hari berturut-turut, menyerukan penggulingan koalisi pemerintahan berhaluan kanan tengah itu yang terdiri dari Progressive Party dan mitra junior Independence Party, serta menuntut pemilu dini segera digelar.

Reshuffle kabinet “bukan tindakan yang dikehendaki rakyat,” ujar Birgitta Jonsdottir, pendiri gerakan liberal Pirate Party yang mendukung transparansi lebih dalam politik.(AFP/Antara)

Komentar