PBB: 35.000 Pengungsi di Kongo mengkhawatirkan

KANALSATU - PBB, Rabu (13/04), mengatakan pihaknya “sangat prihatin” dengan sekitar 35.000 orang yang terpaksa meninggalkan sejumlah kamp di wilayah timur Republik Demokratik Kongo menyusul bentrokan antara tentara dan pemberontak.

Lima kamp untuk pengungsi di Provinsi North Kivu dikosongkan sejak 27 Maret, memaksa ribuan orang berlindung di desa-desa sekitar di daerah Mpati, sekitar 100 kilometer barat daya dari ibu kota provinsi Goma, menurut pernyataan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA).

“Beberapa hari belakangan ini sangatlah sulit bagi para pengungsi yang terpaksa meninggalkan kamp, yang dilarang kembali ke kamp tersebut oleh pihak yang bertikai dan tidak bisa mendapatkan bantuan kemanusiaan yang mereka butuhkan. Saya sangat prihatin dengan kondisi ini,” kata koordinator kemanusiaan di Republik Demokratik Kongo, Dr. Mamadou Diallo.

Tentara Kongo, sejak akhir Maret, memerangi kolisi pemberontak Hutu dari Pasukan Demokratik untuk Pembebasan Rwanda (Democratic Forces for the Liberation of Rwanda/FDLR) yang berbasis di Kongo timur dan dua milisi lokal di daerah Mpati.

Pada Januari, kepala OCHA di negara tersebut, Rein Paulsen, mengutuk pembongkaran tiba-tiba sebuah kamp di North Kivu setelah sepucuk senjata api ditemukan.(AFP/Antara)

Komentar