Baru saja tenang, Tripoli rusuh lagi

KANALSATU - Bentrokan meletus di Tripoli pada Sabtu malam (16/04), beberapa jam setelah kunjungan menteri luar negeri Prancis dan Jerman, di tengah pecahnya aksi kekerasan yang terjadi sejak kedatangan pemerintahan yang didukung PBB dua pekan lalu.

Tembakan dan ledakan kecil dapat terdengar di area Hay el-Andalous di bagian utara ibu kota dan berlanjut selama sekitar 30 menit, ungkap seorang koresponden AFP, seraya menambahkan bahwa masih ada tembakan sporadis dan suara sirene ambulans.

Daerah Hay el-Andalous adalah area kelas atas yang menjadi lokasi beberapa kedutaan dan tempat tinggal banyak politikus, termasuk beberapa anggota pemerintahan yang didukung PBB.

Pihak berwenang tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar pada Sabtu.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault dan Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier mengunjungi Tripoli beberapa jam sebelumnya untuk menunjukkan dukungan bagi pemerintahan bersatu baru, yang berusaha menjembatani perselisihan dalam di Libya.

Kunjungan tersebut adalah kunjungan terbaru dari sejumlah diplomat Eropa sejak 2014, ketika negara anggota Uni Eropa menutup kedutaan mereka di Tripoli, saat pertempuran mengguncang negara Afrika Utara tersebut.

Libya telah memiliki dua pemerintahan rival sejak pertengahan 2014, ketika aliansi milisi merebut Tripoli, membentuk otoritasnya sendiri dan memaksa parlemen yang diakui melarikan diri ke wilayah terpencil di timur.(AFP/Antara)

Komentar