Gempa Ekuador tewaskan 235 orang, 1.500 lainnya terluka

Prioritas penanganan gempa adalah menyelamatkan korban yang masih hidup. Presiden Ekuador telah memberlakukan kondisi darurat. (Foto AFP)

KANALSATU - Sedikitnya 235 orang dinyatakan tewas akibat terdampak gempa bumi terkuat di Ekuador dalam beberapa dekade belakangan dengan kekuatan 7,8 skala richter. Sementara itu data lainnya menyebutkan lebih dari 1.500 lainnya cedera.

Sekitar 10.000 tentara dan 3.500 polisi dikerahkan ke kawasan-kawasan yang terkena dampak gempa untuk membantu operasi penyelamatan.

Lebih dalam gempa dengan kekuatan pada 7,8 skala Richter menghantam negara itu pada Sabtu (16/04/16) malam waktu setempat.

Kawasan yang paling menderita adalah daerah pantai di barat daya yang terdekat dengan pusat gempa dan jumlah korban jiwa maupun yang cedera diperkirakan masih akan meningkat.

Presiden Ekuador, Rafael Correa, sudah menghentikan lawatannya di Italia dan langsung pulang untuk menangani krisis ini.

Dia sudah menyatakan keadaan darurat dan menegaskan prioritas saat ini adalah menemukan para korban yang masih hidup. "Semuanya bisa dibangun kembali, namun nyawa tidak bisa dipulihkan dan ke situlah hati kami yang paling utama," tegasnya.

Di beberapa tempat, orang-orang menggunakan tangan terbuka tanpa peralatan dalam upaya untuk menyelamatkan korban yang tertimbun puing-puing.

Makanan serta kebutuhan mendasar lainnya mulai didistribusikan dan bantuan bantuan internasional sudah masuk ke negara itu, yang pertama dari Venezuela dan Meksiko.

Badan Geologi AS mengatakan pusat gempa cukup dangkal di kedalaman 19,2km, sekitar 27 km dari Muisne di tempat yang jarang penduduknya. (bbc/win7)

Komentar