Ada tumpahan minyak di lokasi jatuhnya EgyptAir

KANALSATU - Satelit Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA) mendeteksi tumpahan minyak di dekat lokasi tempat pesawat EgyptAir diyakini jatuh dengan 66 orang di dalamnya, kata ESA pada Jumat (20/05).
“Menurut citra satelit, tumpahan minyak itu... sekitar 40 kilometer tenggara dari lokasi terakhir pesawat itu. Tumpahan minyak panjangnya sekitar dua kilometer,” menurut pernyataan ESA yang berbasis di Belanda.
Tim pencari sedang menyisir Mediterania untuk mencari puing-puing pesawat Airbus itu yang tiba-tiba menghilang dari radar pada Kamis saat sedang dalam perjalanan dari Paris ke Kairo.
“Sejak pesawat tersebut hilang, ESA dan para ahli meneliti data satelit untuk melihat sesuatu yang mengindikasikan jejak-jejak minyak mengambang di laut,” kata ESA.
Tumpahan minyak dideteksi radar Sentinel-1A ESA di 33,32 derajat lintang utara dan 29,13 derajat bujur timur, dan pertama kali terlihat pada Kamis pukul 1800 GMT, ungkap badan antariksa itu.
Gambar kedua yang diambil pada Jumat menunjukkan bahwa tumpahan minyak mengambang sekitar lima kilometer.
“Namun, tumpahan minyak tersebut belum tentu berasal dari pesawat minyak hilang itu,” imbuh ESA.(AFP/Antara)