Jerman siap jungkalkan Ukraina

KANALSATU - Ambisi Jerman untuk mengawinkan Piala Dunia dan Piala Eropa bakal bermula di Lille kala bersua kontra Ukraina. Tiga isu besar mengiringi langkah juara dunia Jerman ketika mengawali petualangan mereka di Euro 2016 dengan menghadapi Ukraina di Stade Pierre Mauroy, Senin (13/6) dini hari WIB.

Ketiga isu adalah cedera pemain, pemilihan kapten tim, dan performa buruk di laga uji coba. Sejak sebelum berangkat ke Prancis, Die Mannschaft sudah diterpa masalah cedera. Menyusul pencoretan Marco Reus karena cedera, bek Antonio Rudiger juga harus dipulangkan karena problem sama. Jonathan Tah lantas dimasukkan untuk menjadi pengganti Rudiger.

Namun, Tah bergabung ke skuat dalam kondisi yang belum fit setelah sang bek muda melakoni musim yang mengesankan sekaligus melelahkan bersama Bayer Leverkusen. Kondisi Jerome Boateng juga masih diragukan selepas terkapar di laga uji coba terakhir melawan Hongaria, kendati ia mengonfirmasi hanya mengalami cedera ringan.

Ini belum termasuk Mats Hummels dan Bastian Schweinsteiger yang juga belum pulih sepenuhnya dari cedera. Dengan demikian, setidaknya terdapat empat pemain Jerman yang kemungkinan besar bakal menepi dalam laga perdana Grup C di Lille ini.

Masalah cedera itu kemudian memunculkan pertanyaan, yakni siapa yang akan mengemban ban kapten melawan Ukraina. Terlebih, kapten utama Schweinsteiger adalah salah satu pesakitan. Walau begitu, pelatih Joachim Low menganggap persoalan kapten ini bukan isu besar.

“Saya akan memberi tahu [siapa kapten tim melawan Ukraina] beberapa jam sebelum laga. Basti jelas kapten kami dan dia sangat penting bagi kami di turnamen ini. Dengan keberadaan [Manuel] Neuer, [Sami] Khedira, Boateng, Hummels, atau [Thomas] Muller, ada cukup pemain yang bisa mengisi peran itu,” terang Low di hadapan awak media.

Terakhir adalah masalah performa buruk di laga uji coba di mana Jerman kalah tiga kali dalam lima partai. Jerman tentu saja adalah tim spesialis turnamen, namun performa terkini yang tidak meyakinan itu berpotensi membuat publik skeptis terhadap status favorit yang mereka sandang.

Ketiga masalah itu pada akhirnya membuat Starting XI Jerman masih terombang-ambing, termasuk juga apakah Low akan memainkan formasi tiga atau empat bek hingga menerapkan taktik false-nine. “Kami sangat fleksibel. Saya tidak ingin mengumbar terlalu banyak [soal strategi tim]. Mungkin akan ada kejutan,” tutur Low. Satu hal yang pasti, Mesut Ozil sudah dikonfirmasi Low bakal menjadi starter.

Ukraina sendiri tidak boleh dipandang sebelah mata meski pasukan Mykhailo Fomenko lolos ke Prancis melalui play-off dengan menyingkirkan Slovenia. Kedua sayap mereka, Yevhen Konoplyanka dan Andriy Yarmolenko berpotensi menjadi ancaman terbesar buat pertahanan Der Panzer.

Kualitas skuat kedua tim yang berbeda membuat Ukraina tidak diunggulkan, namun asisten pelatih Andriy Shevchenko berjanji untuk membeikan usaha maksimal. “Setiap laga akan sangat sulit, mungkin kami akan grogi di laga perdana. Kami tahu betapa kuatnya Jerman. Mungkin kami kalah di level individual, tetapi kami akan menutupinya dengan kolektivitas. Kami akan memberikan perlawanan alot untuk Jerman,” seru Sheva kepada UEFA.com.

Jerman tak pernah kalah dalam empat laga kompetitif melawan Ukraina (M2 S2). Laga ini menjadi duel perdana kedua tim di putaran final Euro. Euro 2016 menandai partisipasi Jerman di putaran final Euro untuk ke-12 kali secara beruntun. Tiga di antaranya, Jerman berhasil menjadi pemenang (1972, 1980, 1996), jumlah terbanyak setara dengan Spanyol (1964, 2008, 2012).

Jerman tidak pernah kalah di partai pembuka Euro (M6 S5). Dalam 12 partai terakhir di Euro, Jerman hanya gagal sekali mencetak gol, yakni saat takluk 1-0 kontra Spanyol di final Euro 2008. Jerman mencatatkan tujuh kemenangan dalam sembilan partai terakhir di Euro. Dua sisanya berakhir dengan kekalahan, yakni versus Italia (semi-final 2012) dan Spanyol (final 2008).

Thomas Muller tak pernah mencatatkan gol dan assist selama berlaga di Euro, bertolak belakang dari performanya di Piala Dunia (10 gol dan 6 assist dalam 13 partai Piala Dunia). Joachim Low dipastikan akan menjadi pelatih dengan laga terbanyak di Euro, menggeser rekor Berti Vogts. Sebelum laga versus Ukraina ini, baik Low dan Vogts sama-sama mencatatkan 11 laga Euro.

Ini kedua kalinya Ukraina tampil di Euro. Debut mereka di Euro terjadi saat mereka menjadi tuan rumah bersama Polandia di edisi 2012. Kala itu, Ukraina tersingkir dari fase grup dengan hanya mencatatkan dua gol melalui Andriy Shevchenko.(win12)
 
Perkiraan Susunan Pemain
Jerman (4-2-3-1): Neuer; Can, Howedes, Mustafi, Hector; Kroos, Khedira; Muller, Ozil, Gotze; Gomez.
Ukraina (4-2-3-1): Pyatov; Fedetskiy, Rakitskiy, Khacheridhi, Shevchuk; Stepanko, Garmash; Yarmolenko, Sydorchuk, Konoplyanka; Zozulya.
 

 

Komentar