Bakal ada wild card di Liga Champion 2018-2019

KANALSATU - UEFA terus menggodok konsep wild card mulai Liga Champion 2018-2019. Dalam konsep ini, klub top dari liga-liga elite Eropa bisa mendapatkan hak lolos ke Liga Champions, meskipun tidak finish sesuai dengan kriteria yang berlaku. Pasalnya, UEFA akan menerapkan sistem satu tiket khusus untuk sebuah klub dari tujuh liga terbaik Eropa, yang memiliki ranking koefisien tertinggi di kompetisi masing-masing.
UEFA saat ini mendapatkan teror yang tidak bisa, Liga Super Eropa. Klub-klub yang tergabung dalam ECA (European Club Association) siap menyusun kompetisi tandingan tersebut, jika keinginan mereka tidak diakomodasi oleh UEFA. Klub-klub ECA menilai, tidak ada gunanya bertarung dengan klub-klub liga gurem Eropa, yang tidak laku dijual ke sponsor. Di sisi lain, UEFA harus mengontrol agar klub-klub ECA ‘tidak kebablasan’ sehingga Liga Champions mati, lalu digantikan sepenuhnya oleh Liga Super Eropa yang cenderung berbasis pada uang semata.
Oleh karenanya, UEFA mengambil jalan tengah, yaitu memenuhi permintaan klub-klub ECA, dengan cara yang sesuai kriteria badan sepakbola Eropa tersebut. Selama ini, klub-klub ECA mengeluh karena tidak semua dari mereka bisa bertarung di Liga Champions. Ambillah contoh musim ini ketika Manchester United, Liverpool, Chelsea, Internazionale, dan AC Milan tidak masuk dalam daftar tim yang lolos. Mereka buruk di kompetisi lokal, tak masuk batas minimal berangkat ke Liga Champions.
UEFA menerapkan konsep wild card. Namun, bukan berarti semua klub elite Eropa lantas boleh bermain di Liga Champions tanpa mempertimbangkan tingkat kompetitivitas mereka. Dalam konsep wild card ini, akan ada tiket untuk satu klub dari tujuh liga elite (Spanyol, Inggris, Jerman, Italia, Prancis, Portugal, dan Rusia), bukan berdasarkan peringkat liga, tetapi berdasarkan koefisien mereka di Eropa dalam lima musim terakhir.
Mulai musim 2018-2019, empat liga elite Eropa (Spanyol, Inggris, Jerman, dan Italia) punya empat wakil yang langsung lolos ke penyisihan grup tanpa babak play off. Mereka adalah 3 tim berdasarkan peringkat liga dan satu tim berdasarkan konsep wild card yang disebut dimuka. Sementara itu, tiga liga elite lain (Prancis, Portugal, dan Rusia) punya dua wakil yang langsung lolos. Satu tim dari peringkat liga (juara) dan satu tim lagi berdasarkan konsep wild card.
Penerapan wild card ini, ambil contoh, untuk Liga Inggris. Jika konsep itu diterapkan untuk musim ini, tim yang lolos ke penyisihan grup dari peringkat liga adalah Leicester City (juara), Arsenal (runner-up), Tottenham Hotspur (nomor tiga). Manchester City yang peringkat empat, tidak akan lolos ke Liga Champions, karena ada Chelsea yang secara koefisien UEFA lebih tinggi dari mereka.
Contoh lain, Liga Italia. Jika konsep yang sama digunakan untuk musim ini, maka yang lolos ke Liga Champions adalah Juventus, Napoli, dan Roma berdasarkan peringkat liga. Satu tim lain adalah Fiorentina yang koefisiennya terbaik dari semua tim Liga Italia tersisa.(WIN12)