PSSI berharap K-85 tak boikot Kongres

KANALSATU - K-85 berencana memboikot Kongres Pemilihan bila digelar di Makassar. Sekjen PSSI Azwan Karim, berharap tidak ada pemilik suara yang melakukan aksi boikot saat Kongres Pemilihan digelar pada 17 Oktober 2016. Itu setelah kelompok 85 (K-85) berencana memboikot kongres tersebut bila tetap digelar di Makassar.

Penunjukkan Makassar sebagai lokasi kongres memang mendapat kecaman keras dari K-85. Pasalnya, mereka merasa PSSI memutuskan secara sepihak perihal kota tersebut, tanpa melakukan diskusi terlebih dahulu dengan para pemilik suara.

Oleh karena itu, K-85 menginginkan agar PSSI mengubah tempat kongres. Terlebih, beberapa waktu yang lalu Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, mengeluarkan rekomendasi agar Kongres Pemilihan digelar di Yogyakarta.

Namun, PSSI bersikeras tetap ingin melangsungkan kongres di Makassar. Hal inilah yang membuat K-85 berang, dan berniat tidak menghadiri Kongres Pemilihan bila lokasinya tidak berubah.

"Jangan sampai lari ke situlah (boikot). PSSI itu milik anggotanya. Seharuanya semuanya jangan khawatir terhadap tempatnya. Apa sebenarnya yang dikhawatirkan terhadap tempat A, B, Atau C, yang penting itu prosesnya," kata Azwan, Selasa (4/10/16).

"Semua yang mengendalikan nanti itukan Komite Pemilihan. Di sana juga ada pak Agum Gumelar selaku ketua Komite Pemilihan. Jadi percayakan saja ke pak Agum. Masalah tempat mau di mana sama saja dengan sepakbola, bisa terjadi kecurangan. Cuma di sana akan ada perangkat-perangkat yang bisa menjaga semua itu tetap di koridor fairplay," imbuhnya.(win12)

 

Komentar