Ronaldo jadi masalah utama Real Madrid

KANALSATU - Masalah utama Real Madrid musim ini bukanlah hal lain, tetapi justru Cristiano Ronaldo. Demikian yang diklaim oleh Fabio Capello. Mantan pelatih Los Blancos menilai, performa CR7 yang di bawah standar menjadi alasan Real Madrid kehilangan puncak klasemen Liga Spanyol dan menderita empat hasil seri secara beruntun.
Memulai kompetisi dengan sangat tangguh, Real Madrid ‘rusak’ dalam empat laga terakhir. Villarreal, Las Palmas, Borussia Dortmund, hingga Eibar bisa mencuri satu poin dari mereka. Akibatnya, Madrid harus rela Atletico Madrid yang unggul selisih gol, merebut posisi teratas di klasemen La Liga. Banyak yang menyebut melempemnya Madrid ini terjadi karena tidak adanya Casemiro sebagai filter sekaligus jembatan tim.
Namun menurut Fabio Capello kepada ‘El Transistor’ di Onda Cero, penyebabnya tidak cuma itu. Ia menuturkan, “Masalah Real Madrid saat ini adalah Cristiano Ronaldo, karena fisiknya tidak prima, padahal ia merupakan pemain terbaik tim.”
Fabio Capello tidak hanya berbicara soal Real Madrid, tetapi juga Barcelona. Selama ini, Barca selalu mempropagandakan diri sebagai tim yang mengandalkan para pemain binaan. Namun faktanya musim ini, jumlah pemain yang ditetaskan akademi semakin berkurang. Trennya justru Barca membeli pemain untuk menutupi kekurangan atau melapis skuat.
“Kita selalu berbicara tentang pemain jebolan akademi Barca, [tetapi sekarang] berapa banyak pemain muda yang bisa bermain di tim utama?”
Sementara itu, Spanyol akan berhadapan dengan Italia di kualifikasi Piala Dunia 2018. Partai ini ibarat ulangan kejadian kala La Roja dibekap Azzurri di 16 besar Euro 2016 lalu. Spanyol saat ini tengah berbenah bersama pelatih baru, Julen Lopetegui. Meskipun demikian, Fabio Capello tidak menyebut hal ini bakal membuat Spanyol lantas tampil buruk. Pasalnya, tim ini memiliki fondasi yang kuat untuk terus berkembang.
“Spanyol berada dalam proses perubahan (setelah habisnya generasi emas), tetapi mereka sudah memiliki dasar yang sangat penting (untuk tetap di level tertinggi),” cetus sang mantan pelatih Inggris.(win12)