Percepat Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi, Kadin Jatim Luncurkan Portal vokasi.net

KANALSATU - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur bekerjasama dengan IHT Trier Jerman melakukan percepatan revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi di Jawa Timur. Salah satunya melalui peluncuran portal vokasi.net, Selasa (20/2/2024).
Deputi VI Kemenko PMK Prof. Warsito yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Koordinasi Nasional Vokasi (TKNV) mengungkapkan bahwa vokasi adalah program yang mulia untuk mengentaskan pengangguran di Indonesia di usai produktif.
Oleh karena itu pemerintah telah melakukan penguatan Perpres 68/2022 melalui berbagai regulasi turunannya, di antaranya Permenko nomor 6/2022 yang berisi tentang strategi nasional vokasi.
Oleh karena itu Ia sangat mengapresiasi langkah Kadin Jatim bekerjasama IHK Trier mewujudkan portal vokasi.net sebagai wadah untuk berbagi informasi tentang vokasi, pelatihan dan pendidikan vokasi, lowongan pekerjaan dan berbagai pusat pelatihan.
"Di bawah Kemenko MPK, Kadin Jatim berkolaborasi dengan Kadin Jateng, Kadin DIY, dan IHK Trier Jerman. Ini adalah tiga sister IHK Trier Jerman," terang Prof. Warsito saat peluncuran portal vokasi.net di Graha Kadin Jatim, Surabaya.
Melalui revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi, pemerintah menargetkan generasi usia produktif atau milenial memiliki tiga status, yaitu pekerja, baik dalam dan luar negeri, berwirausaha atau melanjutkan studi.
"Tiga status inilah target kami ke depan sehingga zero pengangguran, zero tanpa status," ujarnya.
Oleh karena itu diharapkan seluruh stakeholder, termasuk media berperan menguatkan vokasi di Indonesia.
"Supaya orang tua dan masyarakat secara umum miliki pemahaman bahwa vokasi adalah jalan solusi, bukan opsi yang kedua atau ketiga. Vokasi justru yang terbaik menangani kompetensi di Indonesia untuk generasi muda kita," tandasnya.
Dalam implementasinya, tahap pertama yang dilakukan adalah bagaimana dari sisi pemerintah melengkapi regulasi yang diperlukan.
Saat ini pemerintah sedang menyelesaikan regulasi tentang komite sektoral, terkait bidang profesi yang harus dilindungi oleh regulasi, bagaimana kompetensinya, bidangnya, jenjangnya, serta bagaimana dunia usaha dan industri.
"Dari pemerintah juga kami berharap kordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan agar memiliki komitmen penganggaran untuk pendampingan, bagaimana pelatihan dan pendidikan vokasi menjadi salah satu yang utama. Indikatornya adalah bagaimana APBN dan APBD pemerintah daerah juga menganggarkan revitalisasi pendidikan dan pelatihan vokasi," terang Prof. Warsito.
Dari sisi dunia usaha dan industri, vokasi bukan hal baru karena mereka telah terbuka menerima pemagangan.
Tidak hanya pemagangan bagi yang berstatus mahasiswa atau pelajar tetapi juga pencari kerja. Jika sebelumnya pemagangan hanya bagi pelajar atau mahasiswa maka saat ini juga terbuka untuk pencari kerja.
"Mereka juga diberi sertifikat. Dengan serifikat ini, pencari kerja bisa bekerja di perusahaan tersebut atau di industri lain yang sama dengan industri itu," jelasnya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Bidang Vokasi dan Sertifikasi Kadin Indonesia Adi Mahfud. Menurutnya, ini adalah langkah strategis karena portal vokalis.net adalah pondasi.
"Dan kemajuan negara, bisa dilihat terutama dari kepedulian kita terhadap pengembangan SDM. Nah, vokasi ini adalah jawabannya," kata Adi Mahfud.
Oleh karena itu, Kadin Indonesia hadir memberi penguatan. Ia juga mengatakan portal ini akan menjadi embrio pendirian portal vokasi nasional dan akan menjadi role model untuk dikembangkan di Kadin provinsi yang lain dalam bingkai TKDV.
Portal ini dinamis yang akan disesuaikan dengan kebutuhan vokasi di daerah masing-masing. Karena vokasi adalah kearifan lokal yang disesuaikan dengan potensial daerah yang bersangkutan.
"Kebetulan kami dengan Kemenko MPK dengan 8 kementerian terkait ada dalam Tim TKNV. Dari sini kami akan membangun portal vokasi yang lebih luas lagi, memfasilitasi lintas lembaga dengan Dudika dalam hal ini Kadin, sebagai satu-satunya induk organisasi industri dan usaha di Indonesia yang mengkoordinasi seluruh asosiasi pengusaha, profesi, industri," katanya.
TKNV juga akan melakukan harmonisasi vokasi Indonesia melalui platform digital tersebut agar semua gambaran tentang vokasi menjadi utuh dan tidak parsial.
Portal ini harus dijadikan satu untuk pengembangan ke portal kerja yang akan menawarkan keahlian pencari kerja kepada pasar kerja dalam negeri maupun melalui luar negeri.
"Saya kira pasar kerja ini merupakan tantangan bagi kita semua dan Kadin memiliki kepentingan untuk mengawal dan menjual. Kami dari BNSP sebagai output penjamin mutu bahwa vokasi harus kita jamin, clear dan layak memiliki kompetensi sesuai kompetensinya masing-masing.
Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto menegaskan bahwa portal vokasi.net yang diamanahkan kepada Kadin Jatim diharapkan bisa mensupport TKDV di Jatim dan kota kabupaten.
Ia menegaskan bahwa isi portal adalah tentang informasi pendidikan dan pelatihan vokasi di seluruh Indonesia. Juga terkait materi vokasi dual system, informasi jurusan vokasi di seluruh Jatim, serta prodi di Poltek di Jatim serta informasi kompetensi yang dibutuhkan industri di Jatim.
"Ini yang akan kami masukkan sehingga nantinya industri akan masukkan informasi kompetensi apa yang dibutuhkan. Termasuk informasi kewirausahaan yang ada di Jatim. Oleh karena itu kami mengharapkan support dari SMK, industri, Apindo dan seluruh stakeholder terkait untuk bersama-sama memproduktifkan SDM untuk meningkatkan daya saing," katanya.
Visi ini harus ditanamkan dengan kuat untuk ditanamkan di seluruh Kadin Provinsi dan Kadin kabupaten kota, utamanya seluruh pengurus Kadin. Karena pemimpin yang memiliki komitmen kuat terhadap vokasi akan melahirkan program dan perencanaan yang kuat.
Pada kesempatan yang sama, Direktur IHK Trier Jerman Jan Glockuer mengatakan bahwa pendidikan vokasi telah dikembangkan bersama dengan empat mitra IHK Trier Jerman di Indonesia selama 6 tahun terakhir. Karena pendidikan dan pelatihan vokasi membutuhkan struktur.
Portal vokasi yang dibangun oleh IHK Trier tersebut sudah dialihkan pengelolaannya ke Kadin Jatim sebab harus ada satu pihak yang bertanggung jawab.
"Tetapi ini juga kami tawakan kepada seluruh Kadin di Jatim dan di Indonesia. Kadin provinsi lain juga seharusnya ikut berkontribusi dalam mengembangkan portal ini. Ini adalah hasil kerjasama program kemitraan kami selama bertahun-tahun dan hari ini menjadi hal yang penting sebagai program kemitraan vokasi di Indonesia," katanya.
Sejauh ini IHK Trier dan Kadin Jatim telah bekerjasama dalam peningkatan vokasi sejak lama. Ada sejumlah program yang dilaksanakan, dan portal vokasi ini adalah hal yang penting.
Program lain adalah pelatihan pelatih tempat kerja yang telah dilaksanakan di banyak daerah, pelatihan master trainer, juga penyelarasan kurikulum.
"Kami juga memperdayakan Kadin agar memiliki konsultasi vokasi yang bisa dampingi proses kemitraan atau proses penerapan pendidikan vokasi di perusahaan. Semua ini adalah balok kecil yang yang harus disusun dan kita tumpuk terus agar kualitas pendidikan di Indonesia betul-betul bisa berkembang," katanya.
Saat ini IHK Trier Jerman telah bekerjasama dengan Edu Kadin di Jateng yang akan melaksanakan pendidikan vokasi di Jerman dan konsep ini juga akan dikerjasamakan dengan Kadin Jatim.
(KS-5)